Tentang Ekstrak Ganja Bisa Atasi Corona dan 7 Kota Pemakai Ganja Terbesar Dunia
Klikhijau.com – Peneliti sedang bertarung untuk menemukan obat yang bisa menjinakkan virus corona. Berbagai penelitian telah dilakukan dan dipublikasikan. Semisal di Indonesia, minyak kayu putih diang...
Klikhijau.com – Peneliti sedang bertarung untuk menemukan obat yang bisa menjinakkan virus corona. Berbagai penelitian telah dilakukan dan dipublikasikan. Semisal di Indonesia, minyak kayu putih dianggap bisa mengendalikan corona.
Dan sekarang ini muncul lagi klaim dari peneliti Kanada yang mengungkapkan jika ekstrak ganja bisa pula atasi corona.
Adalah Dr. Igor Kovalchuck, seorang profesor Ilmu Biologi di Universitas Lethbridge yang mengungkapkan hal tersebut.
Menurut penelitian itu ada jenis tertentu dari obat psikoaktif kanabis juga dapat meningkatkan resistensi terhadap virus corona, ganja salah satunya.
[irp]
"Hasilnya terhadap Covid-19 berasal dari penelitian kami pada radang sendi, penyakit Crohn, kanker dan lainnya,” kata Kovalchuck seperti yang dikutip dari DW, Senin, 12 Mei 2020.
Penelitian ini memperkirakan beberapa jenis ganja, juga umum disebut cannabis atau marijuana, dapat mengurangi kemampuan virus untuk memasuki paru-paru, di mana ia bisa bertahan, bereproduksi, dan menyebar.
Ganja medis menurut berapa ilmuwan dan komunitas kesehatan memang dapat mengobati berbagai kondisi kesehatan, seperti mual dan demensia. Tapi perlu dicatat bahwa ganja medis tidak sama dengan apa yang sebut dengan ganja rekreasional.
Ganja medis yang merupakan "varietas ganja kebun atau ganja umum”, atau juga ganja jalanan, dikenal karena kandungan Tetrahydrocannabinol (THC) di dalamnya. Kandungan inilah yang merupakan agen psikoaktif utama di dalam obat tersebut.
Penelitian oleh Kovalchuck dan rekannya yang bermarkas di Alberta itu berfokus pada jenis tanaman, Cannabis sativa.
Tanaman ini disebut memiliki kandungan cannabinoid anti-inflamasi yang tinggi, yang dikenal sebagai kanabidiol (CBD). Ini adalah komponen kimia utama lain yang dapat ditemukan dalam ganja, selain THC.
Hanya saja apa yang diungkapkan oleh Kovalchuck masih perlu penelitian mendalam untuk mengetahui apakah benar-benar bisa efektif mengatasi corona atau tidak.
[irp]