Temukan Alasan Sederhana Ini untuk Tak Beli Baju Lebaran!

Klikhijau.com โ€“ Sudah beli baju lebaran? Yah, pertanyaan ini seolah menghantui kita jelang lebaran. Entah ini sudah jadi budaya dan gaya hidup, namun membeli baju baru di fase terakhir ramadan seakan...

Temukan Alasan Sederhana Ini untuk Tak Beli Baju Lebaran!
Bacakan Artikel

[irp]



  • Mengurangi limbah tekstil



Patut dipahami bahwa limbah yang dihasilkan dari produksi tekstil sangatlah besar dan berisiko mencemari lingkungan. Hal ini tidak seimbang dengan kapasitas daur ulang yang bisa dilakukan. Jadi, limbah tekstil tak seperti limbah plastik yang mudah didaur ulang.

Dengan memahami hal ini, harapannya kita sama-sama memaksimalkan pakaian yang ada sejauh masih layak pakai. Pakaian yang tidak cocok lagi mungkin bisa diwakafkan pada yang membutuhkan. Sementara yang telah rusak dapat diperbaiki lagi agar masih tetap layak pakai.



  • Mengurangi gas pemicu efek rumah kaca



Umumnya, limbah pakaian terbuang begitu saja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Faktanya, sangat minim oksigen dan material organik di TPA untuk mengurainya sebagai kompos. Hal ini yang menyebabkan komposisi sampah pakaian akan terurai dengan proses degradasi anaerob yang menghasilkan gas metana.

Untuk diketahui bahwa gas metana inilah yang kemudian terperangkap di atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon.

[irp]



  • Mencegah sampah masuk TPA



Ada ribuan ton sampah yang menyesaki hampir semua TPA di kota-kota di Indonesia. Ada sebagian diantaranya adalah sampah pakaian. Jadi, dengan memakai kembali pakaian yang masih layak, kita berkontribusi pada timbulan sampah di TPA.


  • Mengurangi konsumerisme



Budaya konsumerisme memang sedang mewarnai minset banyak orang. Tanpa disadari kita kadang tergoda oleh rayuan diskon di mana-mana jelang lebaran. Ambisi untuk mengoleksi pakaian pun seolah jadi harapan tersendiri. Nyatanya, kita tidak memerlukan pakaian berlebihan untuk aktivitas keseharian.

[caption id="attachment_20612" align="alignnone" width="612"]baju lebaran Abaya di tahun lalu dapat dipakai lagi di Hari Raya tahun ini. (Sumber: Pamela Joe McFarlane/iStockphoto) dari Greeneration[/caption]

Pendeknya, kebutuhan kita sebetulnya tidaklah besar, namun keinginan-keinginanlah yang memang tidak terbatas. Padahal, gaya hidup minimalis saat ini sedang jadi tren baru yang justru membuat kita lebih bahagia dan lebih hemat. Di samping itu, hidup hemat dan minimalis membuat kita terhindar dari kepungan limbah pakaian.



  • Hemat energi



Dengan tidak membeli baju baru berarti kita berkontribusi pad upaya hemat energi. Mengapa demikian? Sebab tiap pakaian atau baju baru yang diproduksi membutuhkan energi yang besar baik listrik, air, dan lainnya. Terlebih, pakaian yang dibeli diproduksi secara massal atau fast fashion.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: