Temu Ireng, Bahan Jamu Tradisional yang Kaya Manfaat
Klikhijau.com – Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), satu tanaman yang dipercaya masyarakat mempunyai khasiat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Tanaman asli kawasan Asia Te...
Klikhijau.com – Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), satu tanaman yang dipercaya masyarakat mempunyai khasiat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.
Tanaman asli kawasan Asia Tenggara ini tergolong ke dalam tumbuhan semak. Tumbuhan yang dapat hidup secara liar di hutan jati ini juga dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis (Asia Selatan dan Tenggara).
Temu ireng merupakan tanaman berbatang lunak tahunan yang biasa hidup di bawah naungan tanaman lain. Habitat yang paling sesuai adalah daerah yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan memiliki kelembapan tinggi.
Temu ireng - Foto/Bibitbunga[/caption]
[irp]
Jumlah daun mencapai enam helai per rumpun. Tanaman ini berbunga pada umur lima bulan. Bunga berwarna ungu, sedangkan tangkai bunga berwarna hijau. Jika dipotong melintang, rimpang berwarna putih dan berbentuk cincin.
Jika diiris-iris, rimpang akan tampak seperti cincin berwarna biru atau kelabu. Kulit rimpang tua umumnya berwarna putih kotor, sedangkan dagingnya kelabu. Rimpang cukup harum dan berasa getir.
Kedalaman rimpang sekitar 11,60 cm; dengan panjang akar 17 cm, ketebalan rimpang muda sekitar 2,20 cm. Jumlah rimpang tua rumpun sekitar sembilan buah; sedangkan rimpang muda sekitar lima buah.
Klasifikasi Temu Ireng
Temu ireng dalam bahasa daerah dikenal dengan beberapa nama, antara lain temu ireng (Jawa), temu hitam (Minang), koneng hideung (Sunda), temu ereng (Madura), dan temu irang (Sumatera). Tanaman ini berasal dari Burma, kemudian menyebar ke daerah-daerah tropis lainnya, terutama di wilayah IndoMalaya, termasuk Indonesia Tanaman temu ireng merupakan tumbuhan yang memiliki klasifikasi dan karakteristik morfologi sebagai berikut: Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : Curcuma Spesies : Curcuma aeruginosa Roxb. Temu ireng masih termasuk satu famili bersama anggota temu lainnya, seperti kunyit (Curcuma domestika Val), temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb), kencur (Kaempferia galangal), lengkuas (Lengkuas galaga), dan jahe (Zingiber officanale Rosc). [irp]Morfologi Temu Ireng
Tanaman ini merupakan tanaman asli dari kawasan Asia Tenggara berbatang semu dengan ketinggian mencapai 1,5 m. Tanaman ini mempunyai rimpang berwarna gelap memiliki aroma khas. Daun tunggalnya berbentuk bulat telur dengan helaian daun berwarna hijau, bertulang daun menyirip, dan permukaan bagian atas terlihat garis-garis cokelat membujur. Pelepahnya melekat satu dengan yang lain hingga membentuk batang. Sementara bunga majemuk berwarna ungu merah dengan tangkai yang panjang mencapai 35 cm terutama di Pulau Jawa dari ketinggian 400 - 1.750 meter di atas permukaan laut dan tumbuhan ini menyukai tanah subur. Daunnya berbentuk lanset lebar dengan helaian daun yang tipis, warna daun hijau sampai coklat keunguan agak gelap. Permukaan daun bagian atas bergaris menyirip dan pinggiran daun rata. Daun tidak berbulu dan ibu tulang daun atau kedua sisinya berwarna cokelat merah sampai ungu. Ukuran panjang daun rata-rata 39,20 cm dan lebar 12,20 cm. [caption id="attachment_16024" align="alignnone" width="336"]Produksi Temu Ireng di Indonesia
Produksi dan produktivitas temu ireng di Indonesia masih relatif rendah bila dibandingkan dengan komoditas biofarma unggulan lainnya seperti jahe. Produksi temu hitam pada tahun 2013 hanya mencapai 8 ribu ton, dengan produktivitas mencapai 20 ton ha-1 lebih kecil jumlahnya bila dibandingkan dengan produksi jahe pada tahun yang sama yang mencapai 232 ribu ton dengan produktivitas mencapai 21 ton ha-1 (BPS, 2014). [irp] Rendahnya produksi dan produktivitas temu hitam diduga diantaranya karena belum tersedianya varietas temu hitam dengan produktivitas dan kandungan bahan aktif yang tinggi. Kementan (2015) menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki 7 varietas dari famili Zingiberaceae yang telah dilepas dan 13 varietas yang didaftarkan. Akan tetapi, hingga saat ini belum terdapat varietas baru temu ireng.Temu Ireng Kaya Manfaat
Temu ireng merupakan tanaman yang dapat mengobati berbagai macam penyakit, seperti gangguan pencernaan, gangguan otot, penyakit kulit, penyakit dalam, gangguan pernapasan, membersihkan darah, demam, masuk angin, menghilangkan bau badan, penambah nafsu makan, kolesterol, keputihan, cacingan, dan sakit gigi (Kuntorini, 2005). Tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa-senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, polifenol, triterpenoid, dan glukan (Sweetymol dan Thomas, 2014). Rimpang temu ireng digunakan untuk penyakit kulit (Djauharia dan Sufiani, 2007), ramuan galian dan anti rematik atau inflamasi (Reanmongkol et al., 2006), anti oksidan (Nurcholis et al., 2015), anti mikroba (Angel et al., 2012), batuk dan asma (Nasrullah et al., 2010), dan anti cendawan (Srivastava et al., 2006). [irp] Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti di antaranya Marni dan Ambarwati (2015) melaporkan bahwa ramuan jamu cekok berbahan temu hitam dapat meningkatkan berat badan anak. Ekstrak etanol dari rimpang temu hitam juga dapat meningkatkan kemampuan fagositis dan jumlah sel darah putih yang berperan dalam sistem imun tubuh. Oleoresin dari ekstrak diklorometana rimpang temu ireng menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan (Rachman dkk., 2008, Rajmma dkk., 2012). Ekstrak metanol dan kloroform rimpang temu ireng dilaporkan dapat menunjukkan efek antinosiseptif dan efek relaksan eterus (Thaina dkk., 2009). Ekstrak n- heksana, etil asetat, dan metanol rimpang temu ireng dilaporkan juga menunjukkan adanya aktivitas sebagai antimikroba (Philip dkk., 2009, Kamazeri dkk., 2012).Meramu Temu Ireng
Meramu temu ireng ini relatif mudah. Berikut beberapa contoh kegunaan ramuannya:- Meningkatkan nafsu makan
- Batuk berdahak
- Obat Cacing
- Pereda nyeri haid
- Jamu pasca melahirkan