Tarsius, Si Mungil Romantis dengan 11 Fakta yang Mengejutkan

Klikhijau.com –  Dengan bola mata besar  dan badan yang kecil. Membuat tarsius tampak sangat menakjubkan dan sangat berbeda dengan satwa lainnya. Satwa ini sangat imut. Sayangnya satwa mungil ini b...

Tarsius, Si Mungil Romantis dengan 11 Fakta yang Mengejutkan
Bacakan Artikel



  • Sulawesi surga bagi tarsius



Sulawesi adalah rumah bagi tarsius. Setidaknya  ada 11 jenis tarsius yang menghuni jazirah Sulawesi, yakni T. dentatus,  T. tarsier, T. fuscus, T. sangirensis, T. pumilus, T. pelengensis, T. lariang, T. tumpara, dan T. wallacei.

Tidak hanya itu, pada Mei 2017 lalu, ada dua spesies tarsius lainnya yang ditemukan, yaitu Tarsius supriatnai dan Tarsius spectrumgurskyae.



  • Primata tertua yang masih bertahan hidup



Tarsius merupakan salah satu primata tertua, berusia setidaknya 55 juta tahun, dengan catatan fosil menunjukkan mereka pernah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Amerika Utara dan Eropa.

Sisa-sisa fosil tarsius menunjukkan bahwa mereka adalah makhluk kecil yang beratnya hanya sekitar satu ons. Rongga mata pada fosil-fosil ini menunjukkan bahwa beberapa dari mereka kemungkinan besar aktif di siang hari.



  •  Menyukai alam bebas



Habitat tarsius yang spesifik dan kebutuhan mangsanya membuat program penangkaran hampir mustahil dilakukan, dan hanya sekitar 50% tarsius yang ditawan yang bertahan hidup.

Tarsius yang stres atau berada di kandang yang terlalu kecil memiliki kecenderungan bunuh diri . Stresor tertentu meliputi cahaya, kebisingan, manusia di habitat, dan sentuhan.

Harapan hidup di penangkaran turun menjadi dua hingga 12 tahun, dibandingkan dengan 24 tahun di alam liar.



  • Melakukan duet



Sepasang tarsius terlibat dalam panggilan duet yang rumit, kemungkinan besar terjadi saat matahari terbit saat tarsius bersiap tidur.

Para ilmuwan percaya bahwa pasangan tarsius tersebut memberikan informasi kepada tarsius lain di area tersebut tentang ikatan mereka. Duet tersebut juga dapat berfungsi sebagai penengah masalah teritorial.

Tarsius dapat mengeluarkan panggilan dalam jangkauan ultrasonik, mungkin untuk memperingatkan yang lain tentang mendekatnya manusia atau predator seperti ular atau burung hantu.



  • Setia



Menurut peneliti hewan langka dan perubahan iklim dari Universitas Indonesia, Mochamad Indrawan, tarsius merupakan satwa yang romantic. Mereka hanya hidup dengan satu pasangan. Jika pasangannya itu mati, maka ia akan kembali menjomblo seumur hidupnya.

Sifat hanya memiliki satu pasangan itu (monogami)  ikut menyumbang kelangkaan satwa ini di habitatnya.



  • Berisiko punah



Habitat yang menyusut menyeret semua spesies tarsius rentan terhadap kepunahan. Penyusuta habitat itu disebabkan oleh manusia dengan pembukaan lahan perkebunan, mulai dari kelapa sawit, kelapa, kopi, dan tanaman lainnya yang menggantikan vegetasi lebat yang dibutuhkan tarsius untuk mempertahankan jumlah mereka dengan baik.

Selain itu, ancaman dari pemangsaan seperti kucing, anjing liar, ular, biawak, burung hantu, dan perburuan liar oleh manusia menambah deret ancaman yang dihadapi tarsius untuk bertahan hidup.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2