Tarsius, Si Mungil Romantis dengan 11 Fakta yang Mengejutkan

Klikhijau.com –  Dengan bola mata besar  dan badan yang kecil. Membuat tarsius tampak sangat menakjubkan dan sangat berbeda dengan satwa lainnya. Satwa ini sangat imut. Sayangnya satwa mungil ini b...

Tarsius, Si Mungil Romantis dengan 11 Fakta yang Mengejutkan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Dengan bola mata besar  dan badan yang kecil. Membuat tarsius tampak sangat menakjubkan dan sangat berbeda dengan satwa lainnya. Satwa ini sangat imut.

Sayangnya satwa mungil ini berada di tepi kepunahan. Organisasi konservasi internasional, semisal International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkannya ke dalam kategori rentan.

Di Indonesia, seluruh spesies primate ini terdaftar sebagai fauna langka dan dilindungi seperti tercantum di dalam UU 5/1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem serta Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Banyak fakta menarik yang mengejutkan tentang primate mungil ini, berikut beberapa di antaranya;



  • Primata terkecil dunia



Tarsius merupakan primata terkecil di dunia. Bayangkan saja, untuk tarsius Jantan hanya memiliki lingkar kepala sekitar 85 mm dengan panjang tubuh tak lebih dari 160 mm.  Panjangnya hanya sekitar 9–16 cm (3,5–6 inci) sementara ekornya memiliki panjang  135-275 mmm, itu  dua kali lipat panjang badannya.


  •  Memiliki mata yang besar



Mata tarsius sungguh besar jika. Jika terbuka terlihat membelalak. Berbanding terbalik dengan tubuhnya yang kecil. Ukuran satu biji bola matanya berdiameter sekitar 16 milimeter.

Menariknya, matanya itu sama besar dengan otaknya. Saking besarnya, bola matanya  tidak dapat diputar. Meski matanya tak bisa diputar, tarsius dapat memutar lehernya 180 derajat ke kedua arah menyerupai  burung hantu.



  • Termasuk hewan karnivora



Tarsius bisa jadi satu-satunya primata karnivora. Meskipun pola makannya berbeda-beda tergantung spesiesnya, semuanya memiliki satu kesamaan: mereka tidak memakan tumbuhan apa pun. Tarsius memangsa serangga, reptil seperti kadal dan ular, katak, burung, dan bahkan kelelawar.



  • Satwa malam



Tarsius akan beraktivitas pada malam hari (nocturnal). Satwa ini mulai beraktivitas dan keluar dari sarangnya di sore hari untuk memulai penjelajahan di daerah jelajah mereka (home range). Aktivitas itu dilakukan sepanjang malam. saat jelang pagi, mereka kembali ke sarangnya.


  • Apendiks memanjang



Nama tarsius terinspirasi dari tulang tarsus yang sangat memanjang di kakinya. Sementara kepala dan tubuh tarsius panjangnya empat hingga enam inci, kaki belakang dan telapak kaki mereka dua kali lebih panjang dari itu.

Tarsius juga memiliki ekor yang panjang, biasanya tidak berbulu, yang bertambah delapan atau sembilan inci. Jari-jari mereka ekstra panjang untuk membantu mencengkeram cabang-cabang pohon, dan jari ketiga mereka sepanjang seluruh lengan atas mereka. Ujung-ujung jari mereka dapat mengembang menjadi bantalan perekat seperti cakram yang membantu mereka mencengkeram.



  • Tinggal di pohon yang tidak tinggi



Meski tinggal di atas pohon, namun tarsius tidak suka pada ketinggian. Mereka tinggal tidak jauh dari permukaan tanah.

Satwa imut ini lebih suka tinggal di daerah dengan vegetasi yang lebat dan gelap. Mereka membutuhkan banyak pohon pelindung, terutama untuk tidur.

Vegetasi hutan hujan yang lebat dan hidup dekat dengan lantai hutan memberikan akses yang lebih besar bagi serangga dan mangsa lainnya. Vegetasi ini juga melindungi mata sensitif mereka dari sinar matahari.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2