Tangguh akan Perubahan Iklim, Sukun Potensial Jadi Makanan Masa Depan
Klikhijau.com – Sukun menjadi tanaman yang diyakini tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Temuan itu diungkapkan oleh temukan oleh para peneliti dari Northwestern University. Northwestern Unive...
Klikhijau.com – Sukun menjadi tanaman yang diyakini tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Temuan itu diungkapkan oleh temukan oleh para peneliti dari Northwestern University.
Northwestern University juga menemukan satu fakta mencengangkan. Fakta itu berupa komoditi pokok yang semakin terancam oleh perubahan iklim.
Komoditi atau tanaman pokok itu di antaranya kedelai, jagung, dan beras atau padi. Mereka ini kurang tangguh dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Hasil studi tersebut di terbitkan dalam laman PLOS Climate. Salah satu penyebab sukun tangguh menghadapi terjangan perubahan iklim. Karena buah ini buah merupakan buah bertepung.
[irp]
Rerata buah bertepung tahan terhadap perubahan iklim dan tumbuh dengan baik di daerah rawan pangan.
Para peneliti memperkirakan itu bisa menjadi lebih umum sebagai makanan pokok di tempat lain juga.
“Sukun adalah spesies yang diabaikan dan kurang dimanfaatkan yang kebetulan relatif tangguh dalam proyeksi perubahan iklim kami,” kata penulis senior studi Daniel Horton.
“Ini kabar baik karena beberapa bahan pokok lain yang kami andalkan tidak begitu tangguh. Dalam kondisi yang sangat panas, beberapa dari tanaman pokok tersebut mengalami kesulitan dan hasil panen menurun. Saat kami menerapkan strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, sukun harus dipertimbangkan dalam strategi adaptasi ketahanan pangan,” lanjutnya.
[irp]
Terlepas dari namanya, sukun adalah tanaman bertepung tanpa biji yang telah direbus, digoreng, dipanggang atau difermentasi selama ribuan tahun. Seperti banyak bahan pokok lainnya, sukun juga bisa dibuat menjadi tepung.