Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan

Pepohonan Hilang di Mata   Kau datang berteriak Di belakangmu kata-kata lengang tak bergerak Kau membuang jubahmu ke tanah kering gersang Kau telah lama hidup dan tersesat di rimba kota....

Tak Ada Sesiapa di Perut Ikan
Bacakan Artikel

Seorang anak bertanya pada ibunya
Tentang nama-nama ikan yang dipancing ayahnya
Juga tentang isi perutnya
Setelah pisau dapur ibunya merobek sirip dan sisiknya

Di perut ikan
Tak ada nabi
Hanya ada sampah plastik dan tahi

Di perut ikan
Tak ada cincin emas
Hanya ada mata kail dan mata cemas.

Di perut ikan
Tak akan kau temui apa-apa lagi anakku
Tak akan ada satu mujizat ataupun seribu wasiat
Tak ada apa-apa selain cemas yang meremas-remas

Oktober 2022

Mengunjungi Tandabaca Mengunjungi Semesta Penuh Isi

 

Kususuri jalan-jalan yang menghubungkan setapakmu dengan tapakku
Di belakangmu hijau mengekor membentangkan dua tiga kekata yang ingin runtuh menjadi puisi

Kuhitung anak tangga hingga beberapa biji
Sebelum pintu gerbangnya menyambut kakiku memasuki gerbang dimensi lain

Di puncak tandabaca
Aku mengeja-eja ingin dan angin
Juga mengejar-ejar hangat pada dinginnya tiang-tiang Binara cinta

Aku menyembunyikan ingatan tepat di balik panggung itu.
Panggung yang kau beri nama panggung ingatan tentang malam yang dikikis habis sepasang kekasih dalam keremangan dan kesunyian
Dan juga pematang sawah yang senantiasa menantang untuk menggadaikan masa depan.

Pohon-pohon cengkeh bersetia
Menunggui tiap kedatangan

2022

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2