Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini

Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini   Surati aku di riuh mana pun kamu berada alamatku tak pernah berubah, di hatimu sekarang pun aku sedang menulis namamu di pohon-pohon, di sepanja...

Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini
Bacakan Artikel

Surati Aku di Pelukan Siapa pun Kamu Kini


 

Surati aku di riuh mana pun kamu berada
alamatku tak pernah berubah, di hatimu
sekarang pun aku sedang menulis namamu
di pohon-pohon, di sepanjang jalan itu.

Kuhirup sunyi paling sunyi
kupangku jaket warna coklat pemberianmu
ketika kuantar ke rumahmu
“kenakanlah!” saranmu
aku jadi penurut
hingga kini jaket itu belum kucuci
….ada gambar tanganmu….

Suratilah aku dari arah mana pun
di depan rumah ada kantor pos. semua pegawainya mengenalku
telah kuceritakan pula tentangmu
mereka berkali-kali datang ke rumah
ingin lihat foto ukuran 3R-mu
yang kusimpan di saku jaket pemberianmu
…….mereka penasaran…

Kubiarkan saja, agar tiap hari ada menyapa, membelikanku rokok
dan aku punya pendengar cerita tentangmu

Dulu, ketika jalan di kampung kita belum diaspal
kita senang bermain air sisahan hujan
kita acap sulapi jadi cermin
sekarang hujan mengerikan

Surati aku, di sunyi mana pun kamu menulis
aku masih di alamat yang sama, di rindumu
suratmu akan sampai
meskipun kau titip pada hujan
ceritakan dalam suratmu
perihal puisi-puisi malam yang kutulis padamu

Aku sering mengirim puisi padamu
meski aku ragu apakah sampai atau tak
tak sekalipun kuterima balasannya.

Surati aku, tolong ceritakan luka bakar di bahu kirimu
ketika kita bermain rumah-rumahan di belakang rumah
rumah-rumahan kita dari daun pisang terbakar hebat
punggungmu tertimpa pelepahnya
baju bermotif pelangimu sobek
……..aku pilu kala itu….

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: