Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Siasat Sebuah Kota

kota kini, sepasang hujan  keruh. membunuh beningnya di selokan. antar debu ke jemuran. di lantai sembilan sebuah hotel. terlihat kota sedang lelap, tapi menyusun sebuah siasat melenakan. suara...

Oleh Irhyl 09 Jun 2019 10:35 1 menit baca
kota kini, sepasang hujan  keruh. membunuh beningnya di selokan. antar debu ke jemuran. di lantai sembilan sebuah hotel. terlihat kota sedang lelap, tapi menyusun sebuah siasat melenakan. suara kendaraan berpindah ke dalam kepala. gerah bertualang ke hati. debu hinggapi mata. dan aku, aku kini menjelma sebuah kota. tempat yang bisa kau mukimi dengan segala kerumitannya ada jalan-jalan panjang menghubungkan satu jalan ke jalan lain. kau bisa berpetualang dalam diriku. sesukamu. aku yakin kau lebih suka aku jadi sebuah kota. tempat banyak hal ditemukan, kecuali hening dan air hujan yang jernih. kota akan menyimpan banyak tempat pertemuan. akan kau ingat hingga ingatan redup di kepala Hotel Arthama, 12 Oktober 2018
Topik terkait
#puisi lingkungan #sastra ekologis #tentang kota #ancaman kota