SGB Bawa Puluhan Siswa SD Binaan Mizuiku Belajar di Ekoriparian Citarum

Klikhijau.com – Suntory Garuda Beverage (SGB) mengajak puluhan siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) dari sekolah-sekolah binaan Mizuiku, antara lain dari SDN Wijaya Kusuma 05, SDI PB Soedirman, SDN Tanju...

SGB Bawa Puluhan Siswa SD Binaan Mizuiku Belajar di Ekoriparian Citarum
Bacakan Artikel

Sejak diresmikan pada bulan Maret 2021, Ekoriparian Teluk Jambe mengolah air limbah rumah tangga dari ratusan kepala keluarga menjadi air layak pakai sehingga menurunkan beban pencemaran hingga 34,3-ton BOD /tahun.

Hendro Wibowo, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Sahabat Lingkungan, pengelola Ekoriparian Citarum, mengatakan, ekoriparian memiliki beberapa fungsi, termasuk fungsi ekologi, ekonomi, sosial, ruang dan edukasi.

“Jadi kami menyambut baik program Mizuiku yang mengajak puluhan siswa dan guru SD untuk belajar bagaimana kita semua bisa melestarikan air bersih dan lingkungan dengan berbagai cara di Ekoriparian Citarum ini. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan kami untuk merubah pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan untuk perbaikan kualitas air. Fungsi sungai sebagai pemulih kualitas air memerlukan upaya bersama dan terkoordinasi agar sungai tidak menjadi tempat pembuangan zat pencemar yang merusak ekosistem sungai.”

SGB mengajak para siswa SD binaan Mizuiku belajar ke ekoriparian dan mempelajari 3 hal berbeda.

Pertama, mereka belajar mengenai konsep pengelolaan air limbah domestik di ekoriparian dengan menggunakan konsep biocord dan tanpa bahan kimia. Hasil pengolahan air di ekoriparian digunakan untuk budidaya ikan dan tanaman dengan konsep aquaponik.

Kedua, para siswa dan guru SD yang mengikuti pembelajaran di Ekoriparian Citarum pertama-tama mendapatkan pengetahuan tentang kearifan lokal, khususnya tentang tanaman endemik, berbagai jenis bambu dan kegunaannya bagi konservasi air.

Siswa juga melakukan eksperimen uji kesuburan tanah untuk memahami pentingnya pohon untuk meningkatkan kualitas serapan dan konservasi air di tanah. Terakhir, para peserta yaitu siswa dan guru juga belajar kekayaan budaya lokal, khususnya Jawa Barat, lokasi dimana ekoriparian ini berada, seperti baju daerah, kebiasaan masyarakat, rumah khas, hingga kaitan antara budaya dan pengelolaan lingkungan.

Di tengah derasnya arus informasi yang diterima anak-anak di sosial media setiap harinya, pengetahuan mendasar seperti konservasi air, keanekaragaman hayati, dan budaya Indonesia tentunya sangat penting agar siswa semakin menghargai keberhargaan nilai air dan lingkungan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2