Setiap 6 Detik Dunia Kehilangan Hutan Seluas Lapangan Bola
Klikhijau.com – Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati. Maka semakin hutan habis, keanekaragaman hayati akan semaki terpuruk pula. Kehilangan hutan bisa jadi merupakan kerugian besar bagi manus...
Klikhijau.com – Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati. Maka semakin hutan habis, keanekaragaman hayati akan semaki terpuruk pula. Kehilangan hutan bisa jadi merupakan kerugian besar bagi manusia.
Gedung, lahan pertanian, dan peternakan. Tak akan mampu menggantikan fungsi hutan. Petaka kehilangan hutan semakin nyata. Penyebabnya selain alam itu sendiri, tentu saja adalah manusia.
Banyak negara telah kehilangan hutannya, berdasarkan data tahunan Global Forest Watch, Indonesia menempati urutan ketiga kehilangan hutan terbanyak di dunia. Urutan kedua ditempati Republik Demokratik Kongo dan urutan pertama dipegangan oleh Brasil. Brasil telah kehilangan lebih dari 1/3 hutannya.
[irp]
Selain tiga negara di atas, negara-negara lain dengan kehilangan hutan primer yang paling parah pada tahun 2019 adalah Peru (1.620 km persegi), Malaysia (1.200 km persegi), dan Kolombia (1.150 km persegi), diikuti oleh Laos, Meksiko dan Kamboja, semuanya dengan kurang dari 800 km persegi.
Mikaela Weisse, pemimpin penelitian sekaligus project manager Global Forest Watch di World Resources Institute (WRI) mengungkapkan kekhawatirannya mengenai petaka yang dialami oleh hutan.
"Kami khawatir dengan angka kerusakan yang sangat tinggi meskipun telah ada upaya dari beberapa negara dan perusahaan untuk mengurangi laju deforestasi," katanya.
Semisal selama tahun 2019 lalu. Hutan berukuran 38 ribu kilometer persegi, mengalami kerusakan. Artinya, angka 38 ribu itu setara dengan hancurnya pohon-pohon seukuran lapangan sepak bola setiap enam detik.