Sepenggal Cerita Sepulang dari Pulau Lakkang

Klikhijau.com - Jumat pagi menjelang siang di pertengahan Maret, cuaca lumayan bersahabat. Saya bersama seorang teman bergegas untuk mengunjungi Pulau Lakkang yang berada di seberang Kampus Unhas Tama...

Sepenggal Cerita Sepulang dari Pulau Lakkang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Jumat pagi menjelang siang di pertengahan Maret, cuaca lumayan bersahabat. Saya bersama seorang teman bergegas untuk mengunjungi Pulau Lakkang yang berada di seberang Kampus Unhas Tamalanrea.

Bermodalkan pengalaman teman yang telah kesana 2014 lalu, kami berdua menulusuri jalan demi jalan, dari pondokan yang terletak di daerah yang biasa disebut workshop Unhas menuju dermaga penyeberangan Kera-kera.

Sebenarnya jarak kedua tempat ini tak terlalu jauh, hanya berkisar beberapa kilometer saja. Nahasnya kami memulai perjalanan kala terik matahari mulai meninggi.

Waktu tengah menunjukkan pukul 11 ketika kami tiba di dermaga penyeberangan. Dermaga yang konon selalu ramai ini nampak kosong plong, tak ada satupun kepala manusia yang terlihat. Hanya satu motor mio dan beberapa tumpukan sampah plastik yang berserakan di dermaga kayu ini.

Beberapa waktu berrselang, satu demi satu pengunjung mulai berdatangan, sembari menanyakan keberadaan Daeng Sija, warga Lakkang yang sehari-harinya bekerja mengemudikan perahu penyeberangan.

Rasanya baik Daeng Sija maupun pengunjung bukan lagi orang baru yang hendak ke Pulau Lakkang, seperti saya ini.

Sebuah kapal kecil yang dikemudikan lelaki tua bersama anaknya bersandar di pinggir darmaga. Mereka membawa kabar bahwa Daeng Sija biasanya melaksanakan sholat Jumatnya di Mesjid Al Markas.

Artinya kami masih harus menunggu 1-2 jam setelah sholat jumat untuk bisa menyeberang menggunakan perahunya. Adzan mesjid pun berkumandang di pinggiran darmaga dan kami pun memutuskan untuk sholat terlebih dahulu.

Selepas sholat, darmaga kian meramai. Beberapa ibu-ibu telah berdatangan bersama seorang gadis mengendarai motor Nmax. Layaknya sebutir gula di kerumunan semut, perempuan muda ini kerap dilirik puluhan pemuda.

Kesan manis pun surut tatkala perempuan ini membuang sampah plastik di pinggir sungai. Sepertinya membuang sampah di sungai tak menjadi hal yang aneh baginya dan beberapa pengunjung lainnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2