Selain Tempat Menambang Rupiah, Ini Fakta Lain dari Bank Sampah

Klikhijau.com – Suatu hari jelang siang di tahun 2018. Saya berkunjung ke jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar untuk bertemu seorang perempuan. Namanya Suriani, ia adalah Direktur Bank Sampah Unit...

Selain Tempat Menambang Rupiah, Ini Fakta Lain dari Bank Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Suatu hari jelang siang di tahun 2018. Saya berkunjung ke jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar untuk bertemu seorang perempuan.

Namanya Suriani, ia adalah Direktur Bank Sampah Unit Kerukunan Masyarakat Perintis Kemerdekaan 9 yang disingkat menjadi BSU KEMAPERTIKA terletak RW 008.

Pada hari itu pula, saya baru tahu jika bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif (gotong royong) yang mendorong masyarakat untuk ikut berperan aktif di dalamnya.

Bank sampah akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar (pengepul/lapak) sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

Keberadaan bank sampah telah memberi banyak arti bagi masyarakat, ini fakta menari dari bank sampah:



  • Tersebar di seluruh Indonesia



Sebuah fakta, bank sampah tidak hanya berada pada satu wilayah, tapi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Untuk menghimpun para pegiat bank sampah, maka setiap tahun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas)

Data KLHK tahun 2017, menunjukkan jumlah bank sampah sudah mencapai 5.244 yang tersebar di 31 provinsi dan 218 kabupaten/kota.

Keberadaan bank sampah juga didukung Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 mengamanatkan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemerintah mengajak masyarakat untuk mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah.

Maka pengelolaan sampah dengan pendekatan kumpul-angkut-buang diganti dengan pemilahan-pengangkutan-pengolahan-pemrosesan. Pemerintah menjadikan bank sampah sebagai strategi penerapan 3R.



  • Telah Ada ASOBSI



Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) resmi berdiri pada tangga 15 Maret 2017. Tujuan berdirinya sangat jelas, yakni untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia melalui pengelolaan sampah dari sumber  bank sampah.

Sebagai organisasi perkumpulan, ASOBSI menaungi seluruh komunitas bank sampah di Indonesia. Visi utamanya adalah menjadi organisasi yang handal dan profesional.

Mitra pemerintah ASOBSI juga menjadi mitra pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Terutama dalam hal pembinaan, pemantauan dan verfikasi program Adipura.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2