Selain Kopi, Ini 4 Hal Lain yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Klikhijau.com – Umumnya, menderita penyakit, tak memiliki pekerjaan, dan kehilangan merupakan pemicu-pemicu kemuraman suasana hati. Namun, ada hal yang tidak diduga-duga. Hal tak terduga itu adalah...

Selain Kopi, Ini 4 Hal Lain yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental
Bacakan Artikel

Studi di Norwegia yang melibatkan hampir 5.000 partisipan ini juga menunjukkan bahwa orang yang gemar mengonsumsi ikan cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi ikan.

Kandungan asam lemak tak jenuh pada ikan mungkin menjadi kuncinya. Studi mengungkapkan bahwa asam lemak tak jenuh pada ikan dapat berperan sebagai penstabil suasana hati.

Konsumsi ikan berminyak segar sebanyak dua kali per minggu sudah cukup untuk membantu meningkatkan suasana hati. Beberapa contoh ikan berminyak adalah salmon, mackerel, kipper, sarden, dan tuna.

Orang-orang yang kurang mengonsumsi sayur dan buah segar juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami depresi menurut tim peneliti University College London.

Kadar antioksidan yang tinggi dalam sayur dan buah segar dapat mencegah radikal bebas yang merusak sel, termasuk sel-sel di otak.

# Pemilihan baju

Profesor Karen Pine dari University of Hertfordshire mengungkapkan bahwa selera berpakaian seseorang sangat bergantung pada keadaan emosi pemakainya.

Perempuan cenderung menggunakan jins dan atasan yang besar atau baggy ketika merasa depresi.

Strategi pemilihan baju yang tepat dapat membantu seseorang untuk merasa lebih baik.

Pine menyarankan agar seseorang yang sedang merasa muram atau memiliki suasana hati buruk untuk mengenakan baju yang ia asosiasikan dengan kebahagiaan.

Studi juga menunjukkan bahwa pemilihan warna baju dapat mempengaruhi suasana hati.

Menurut studi, warna biru dapat memberi dampak positif bagi suasana hati, menurunkan tekanan darah, dan menanamkan ketenangan.

# Cahaya malam

Beragam paparan cahaya yang didapatkan sesaat sebelum tidur dapat memberi efek negatif bagi otak.

Cahaya ini dapat berupa pancaran sinar lampu jalan di luar rumah hingga sinar layar televisi yang redup di dalam rumah.

Studi dari Ohio State University menyatakan bahwa cahaya dapat menghambat sekresi dari hormon melatonin. Padahal, hormon melatonin berfungsi membantu tubuh untuk mengenali jam malam dan waktu tidur.

Penting untuk mencegah dan menghalau beragam paparan cahaya ketika hendak beranjak tidur.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mematikan semua perangkat listrik serta gawai dan memasang tirai penghalau cahaya.

# Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko depresi hingga 41 persen menurut sebuah studi yang melibatkan lebih dari 8.500 partisipan.

Nikotin dari rokok dapat membuat dopamin melonjak naik lalu jatuh, sehingga membuat perokok merasa sedih atau muram.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2