Sekilas Tentang Kantong Semar, Sang Pengontrol Inflasi Serangga

Klikhijau.com – Dan di hari yang sedikit cerah ini. Saya tertarik untuk membahas tumbuhan yang hobi memakan serangga, kantong semar. Bukankah terkesan aneh dan mistik, ada tumbuhan yang memakan ser...

Sekilas Tentang Kantong Semar, Sang  Pengontrol Inflasi Serangga
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Dan di hari yang sedikit cerah ini. Saya tertarik untuk membahas tumbuhan yang hobi memakan serangga, kantong semar.

Bukankah terkesan aneh dan mistik, ada tumbuhan yang memakan serangga, biasanya seranggalah yang memakan tumbuhan, bukan sebaliknya.

Nama tumbuhan itu, kantong semar atau juga dikenal dengan nama tropical pitcher plant. Nama lain yang disandangnya adalah genus nepenthes.

Kantong semar termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan.

Ia termasuk tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama.  Kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia.

Namun untuk habitat dan spesies terbanyak di Indonesia, yakni di Pulau Borneo atau Kalimantan dan Sumatera.

James & Pietropaolo pada tahun 1996 pernah mengungkapkan jika kantong semar memiliki berbentuk helaian panjang berwarna hijau sampai hijau kekuningan.

Daunnya memiliki ciri khas, yakni dengan calon kantong terdapat di luar helaian daun keluar dari sulur berbentuk silinder dengan ukuran sama panjang atau lebih panjang dari daun.

Pengontrol serangga

Ujung sulur yang berwarna kuning kehijauan berkembang menjadi kantong pada lingkungan yang sesuai.

Sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya. Mangsanya berupa misalnya serangga, pacet, anak kodok yang masuk ke dalam.

Sulur daun kantong semar dapat mencapai permukaan tanah atau menggantung pada cabang-cabang ranting pohon yang berfungsi sebagai pipa penyalur nutrisi dan air (Mansur, 2006).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2