Sebab Pesonanya, Akalipa Brokoli Kuning Bergeser ke Bulukumba

Klikhijau.com - Meski tumbuh tak banyak, hanya tiga batang saja di dalam pot. Namun, Akalipa brokoli kuning itu terkesan mendominasi tumbuhan yang ada di kompleks Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidika...

Sebab Pesonanya, Akalipa Brokoli Kuning Bergeser ke Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Apa tidak mati,”

“Semoga saja tidak, Pak,”

“Nanti masukkan ke dalam air,” sarannya.

Saran itu saya tunaikan begitu sampai di rumah di Sungguminasa, Gowa. Hanya, yang tak terduga. Saya tak lantas pulang cepat ke Bulukumba.

Padahal saya mengambilnya saat hari terakhir pelatihan, Selasa, 29 Juli 2025. dan saya pulang ke Bulukumba pada hari Jumat, di awal Agustus.

Ketika subuh hari, saat hendak pulang dan mengemasinya, beberapa rantingnya telah sangat mudah patah karena telah kering. Sementara daunnya telah banyak pula yang gugur.

Namun, pantang membuangnya. Saya tetap membawanya ke Bulukumba untuk ditanam, untuk dibiakkan. Apakah akan tumbuh atau tidak--meski harapan tumbuhnya sangat tipis tetapi harapan, setipis apa pun itu tetap perlu dipelihara, bukan?.

 Ditanam di tandabaca

Setelah istirahat sejenak di rumah. Tanaman hias yang berhasil memikat saya itu, saya bawa ke tandabaca. Sebuah tempat yang disiapkan untuk menanam segala jenis bunga, sebuah tempat untuk bersantai sambil menyeruput kopi.

Berhari-hari setelah saya tanam di dalam ban mobil bekas yang disulap jadi pot. Tananam hias bernama ilmiah Euodia ridleyi itu tak menunjukkan tanda-tanda untuk tumbuh.

Namun, saya tak mencabutnya dari pot. Membiarkannya saja. Kita tak pernah tahu keajaiban yang menyentuh tanaman.

[caption id="attachment_33924" align="aligncenter" width="1200"] Ranting Akalipa brokoli kuning yang ditanam di tandabaca-foto/Ist[/caption]

Banyak manfaat

Tanaman hias Akalipa brokoli kuning, tak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga ragam manfaat tak terduga bagi kesehatan.

Tanaman ini, dapat  memperindah rumah, meningkatkan kualitas udara di luar ruangan, dapat digunakan sebagai pagar rumah, dan tentu saja dapat menjadi lahan pahala, sebab jika ada tamu atau tetangga yang melihatnya, ia bisa saja meminta anakannya untuk dikembangkan.

Apalagi tanaman ini memiliki sifat yang tak manja dalam hal perawatan. Hal ini diakui Sellvia Ramona, sebagaimna dilansir dari RRI. Sellvia adalah seorang pecinta tanaman yang tergabung dalam komunitas tanaman hias Palembang.

“Brokoli kuning atau yang sering kita sebut brokoli hias ini adalah tanaman hias umum yang tumbuh karena perawatannya gak terlalu rumit,” ungkap Sellvia seperti dikutip dari RRI.

Menurutnya, tanaman hias ini bisa tumbuh hingga maksimal 60 cm dengan diameter tajuk mencapai 40 cm.

Sellvia juga berbagi tips merawat brokoli kuning agar tumbuh dengan baik.

“Penyiraman rutin sangat penting untuk menjaga kelembapan tanah, tapi jangan sampai menggenang udara agar akarnya tidak busuk,” katanya dikutip dari RRI.

Selain itu, Sellvia juga menekankan pentingnya pemberian pupuk organik seimbang setiap 4 hingga 6 minggu untuk mendukung pertumbuhan optimal, serta pemangkasan pada bagian yang mati atau rusak untuk menjaga kesehatannya secara keseluruhan.

“Jangan lupa untuk mengawasi tanaman dari hama seperti kutu daun atau penyakit jamur,” tambah Sellvia.

Namun, ia menyarankan penggunaan metode pengendalian hama alami, seperti pestisida organik.

Rasanya, saran dari Sellvia telah sangat siap saya aplikasikan pada tanaman brokoli kuning yang saya ambil di kompleks BBPMP Sulsel itu. Sayangnya, tak ada tanda-tanda kehidupan yang memancar darinya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2