Sampah dan Mahasiswa

Sampah merupakan bagian kehidupan. Dengan adanya sampah maka mengindikasikan adanya kehidupan, apabila tidak ada sampah tentu tak ada kehidupan. Setiap yang hidup pasti menghasilkan sampah. Bisa di...

Sampah dan Mahasiswa
Bacakan Artikel

Pemandangan yang indah pun seolah menjadi pesawat yang hancur berpuing-puing. Membahas sampah tentulah tak ada habisnya.

Negara Indonesia sebagaimana data dari Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton. Setelah negara Cina yang mencapai 262,9 juta ton sampah. (CNN Indonesia, 23 Februari 2016).

[irp posts="2725" name="Membaca Firasat Sunyi di Matamu"]

Tak hanya itu, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian LHK Sudirman mengatakan total sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. (Tempo, 21 Februari 2016).

Seandainya ada kejuaraan penghasil sampah dunia tentu Indonesia akan memperoleh penghargaan. Namun hal itu tak ada, bahkan keadaan ini bukan menjadikan sebuah penghargaan tetapi memperburuk citra Indonesia.

Pemerintah sebenarnya tidak tinggal diam. Ada banyak aturan yang berkaitan dengan sampah.

Dari larangan membuang sampah sembarangan bahkan dengan adanya aturan pemberian sanksi atau denda bagi pembuang sampah sembarangan. Tidak jauh beda dengan dunia kampus.

Slogan-slogan larangan membuang sampah juga bertebaran. Selain itu perintah untuk menjaga kebersihan juga sudah dijelaskan.

Dalam agama pun dinyatakan bahwa menjaga kebersihan adalah sebagian dari Iman.

Namun slogan-slogan tersebut hanya dipandang seolah hiasan saja. Kepedulian terhadap lingkungan seolah terabaikan. Masih ada saja sampah yang dibuang tidak pada tempatnya oleh mahasiswa.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: