Sambut Hari KEHATI 2020, BBKSDA Sulsel Lepasliarkan Satwa ke Alam

Klikhijau.com โ€“ Menyambut hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) 2020, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan melepasliarkan satwa ke alam bebas,...

Sambut Hari KEHATI 2020, BBKSDA Sulsel Lepasliarkan Satwa ke Alam
Bacakan Artikel

Rendahnya tingkat reproduksi satwa liar serta tingginya tingkat perburuan liar menjadi faktor utama penurunan populasi satwa liar di alam.

"Pelepasliaran satwa liar bertujuan untuk menstabilkan populasi satwa liar di alam. Ini juga sebagai bentuk pernyataan politis dan pendidikan yang kuat terhadap kesejahteraan satwa liar dan promosi nilai-nilai konservasi lokal (dokumen IUCN, 2013),โ€ kata Thomas.

Menurut Thomas, satwa liar yang dilepaskan tersebut merupakan satwa dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan keberadaannya di alam diperlukan sebagai pengatur ekosistem kawasan konservasi.

Salah satu upaya konservasi satwa liar adalah dengan melakukan rehabilitasi dari hasil sitaan dan serahan masyarakat untuk dilepasliarkan ke habitatnya. โ€œProsesnya merujuk pada panduan IUCN dan ketentuan yang berlaku di Indonesia untuk pelepasliaran, reintorduksi dan translokas," jelas Thomas.

[irp]

Berikut jenis satwa yang dilepas

[caption id="attachment_14951" align="alignnone" width="448"]Satwa liar dilindungi kahati 2020 Satwa liar dilindungi yang dilepasBBKSDA menyambut KAHATI 2020[/caption]

Program pelepasliaran satwa liar yang dilakukan terdiri dari 5 jenis dan sebanyak 12 ekor sebagai berikut:


  • Elang tikus (Elanus caeruleus) sebanyak 5 (lima) ekor yang diserahkan oleh Balai Gakkum pada tanggal 30 Januari 2020.

  • Elang Bondol (Haliastur indus) sebanyak 2 (dua) ekor merupakan hasil patroli Tim WRU BBKSDA SULSEL terhadap peredaran TSLย  tanggal 27 Maret 2019.

  • Elang Paria (Milvus migrans) sebanyak 1 (satu) ekor merupakan hasil patroli Tim WRU BBKSDA SULSEL terhadap peredaran TSLย  tanggal 13 Januari 2020.

  • Ular Sanca Kembang (Python reticulatus) sebanyak 3 (tiga) ekor terdiri 1 ekor dariย  serahan TNI AL Marinir Makassar di kantor BBKSDA Sulawesi Selatan tanggal 9 April 2020ย  dan 2 ekor merupakan serahan masyarakat di perumahan Villa Permata Makassar tanggal 20 Maret 2020.

  • Buaya Muara (Crocodylus porosus) sebanyak 1 (satu) ekor yang merupakan hasil evakuasi Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan di Pare-Pare tanggal 15 Mei 2020.


Kegiatan ini dilakukan setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan kajian perilaku terhadap satwa. Proses rehabilitasi dijalani di Kandang Transit Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, dan Satwa dinyatakan sehat.
[irp]

***

Observasi lebih lanjut dilakukan di kandang observasi untuk melihat perilaku harian, perilaku berburu dan makan, perilaku interaksi antar satwa, tambah Thomas.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: