Purun Tikus, Gulma dari Lahan Gambut dengan 6 Manfaat Istimewanya

Klikhijau.com - Purun tikus (Eleocharis dulcis), tumbuhan liar dari famili Cyperaceae, khas rawa yang banyak dijumpai di Pulau Kalimantan. Nama lainnya antara lain; Waterchestnut (Inggris), Haeo (Thai...

Purun Tikus, Gulma dari Lahan Gambut dengan 6 Manfaat Istimewanya
Bacakan Artikel

Tanaman ini dapat menjadi sumber bahan organik dan biofilter yang mampu menyerap unsur beracun atau logam berat seperti besi (Fe), sulfur (S), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) (Asikin dan Thamrin, 2011). Purun tikus juga dapat digunakan sebagai biofilter untuk membersihkan merkuri pada perairan.

Berdasarkan analisis Ramadhani Kurnia Adhi, dalam kajian ilmiah Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang (2018), purun tikus bermanfaat sebagai tanaman penyerap limbah industri kelapa sawit.

Industri pengolahan kelapa sawit menghasilkan limbah dengan kandungan timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) yang tinggi. Apabila limbah ini langsung dibuang ke lingkungan, akan menyebabkan polusi bagi lingkungan.

Purun tikus mampu menyerap timbal pada limbah cair industri kelapa sawit melalui akar dan disimpan pada akar sebesar 0,32−0,54 ppm dan pada batang 0,24−0,27 ppm (Astuti, 2008).

#Pakan ternak kerbau

Selain sebagai bahan kerajinan dan makanan, batang purun tikus di Indonesia digunakan pula sebagai pakan ternak, terutama untuk kerbau rawa seperti di Desa Pandak Daun, Kalimantan Selatan (Hardiansyah 1995).
#Sebagai bahan organik

Manfaat lain purun tikus adalah dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik dan biofilter karena dapat memperbaiki kualitas air dan mampu menyerap unsur beracun seperti besi, sulfur, timbal, merkuri, dan kadmium.

Pemberian bahan organik purun tikus yang dikombinasikan dengan kapur meningkatkan ternyata dapat meningkatkan kesuburan tanah di lahan rawa pasang surut (Noor et al. 2006).

Kompos purun tikus dan paku-pakuan/kelakai mengandung Fe tinggi sehingga dapat mengkhelat asam-asam organik dan meningkatkan pH, Mg, dan Ca tanah (Noor et al. 2005).

#Menjaga ekosistem rawa

 Purun tikus juga dapat menjadi tempat berlindung serangga musuh alami, seperti parasitoid dan predator. Oleh karena itu, purun tikus perlu dikelola untuk menjaga keseimbangan ekosistem lahan rawa.
 #Bahan kerajinan dan makanan

Di Banjarmasin, purun sangat familiar karena diolah menjadi bakul purun, tas belanja alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai. Yah, tumbuhan ini memang multi guna dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

Berdasarkan hasil penelitian, purun memiliki kemampuan digunakan sebagai bahan kerajinan karena sifatnya yang awet dengan kandungan lignin sebanyak 26.4% dan kandungan selulosa sebanyak 32.62%.

Di sejumlah negara seperti China, Indo-China, dan Thailand, umbi purun tikus dimanfaatkan sebagai sayuran mentah maupun dimasak, seperti omelet, sayur berkuah, salad, hingga sebagai bahan kue.

Itulah manfaat istimewa dari gulma khas gambut yang banyak dijumpai di Kalimantan ini. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2