Pupuk Anorganik Selain Mengancam Kesuburan Tanah, Juga Menjadi Pemicu Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Ke depannya petani akan berhadapan dengan kegersangan tanah, sebab kesuburan tanah semakin menurun. Penyebabnya bukan karena perubahan cuaca, tapi ketergantungan petani terhadap pupuk...

Pupuk Anorganik Selain Mengancam Kesuburan Tanah, Juga Menjadi Pemicu Perubahan Iklim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Menurut Muhrizal, tujuan diaturnya standar pupuk organik, hayati dan pembenah tanah tersebut untuk melindungi masyarakat dan lingkungan hidup.

Diharapkan juga akan meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk organik dan memberikan kepastian usaha dan kepastian formula pupuk yang beredar.

Sementara itu, menurut Direktur Teknik dan Pengembangan PT Petrokimia Gresik, Arif Fauzan, persoalannya bukan hanya masalah kesuburan tanah, penggunaan pupuk anorganik terutama N (Nitrogen) yang berlebihan juga menyebabkan perubahan iklim.

Pada dasarnya N yang diserap tanah hanya 50%, sisanya menguap ke udara.

“Sudah terbukti bahwa penggunaan pupuk anorganik terus-menerus dan berlebihan, kesuburan tanah menjadi berkurang karena C-Organik di dalam tanah rendah,” katanya.

Arif juga menilai, penggunaan pupuk anorganik hanya bermanfaat jangka pendek. Apalagi bahan baku pupuk tersebut berasal dari sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui.

Jika petani Indonesia tidak segera beralih menggunakan pupuk organik, ancaman kesuburan tanah akan semakin nyata.

Bukan hanya itu, petani juga akan menjadi penyebab perubahan iklim seperti yang dikatakan Arif.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2