Tentang Climate Quitting, Fenomena Resign Demi Lingkungan

Klikhijau.com –  Climate quitting, istilah ini memang terasa asing di Indonesia. Kelahiran fenomena ini tidak lepas dari dampak perubahan iklim. Pengetahuan yang baik akan perubahan iklim. Ditambah...

Tentang Climate Quitting, Fenomena Resign Demi Lingkungan
Bacakan Artikel

[irp]

 

Berdampak pada SDM perusahaan

Fenomena ini memperkecil peluang  perusahaan tersebut dalam merekrut talenta-talenta potensial karena tidak memiliki nilai- nilai yang sesuai dengan keinginan mereka juga memberikan dampak lingkungan dan sosial yang baik.

Padahal, potensi pegawai merupakan salah satu modal utama dalam menjalankan dan mengembangkan suatu perusahaan.

Mengabaikan perubahan iklim tidak hanya berdampak pada permasalahan sumber daya manusia sebuah perusahaan, tetapi juga dapat meninggalkan citra buruk bagi perusahaan karena dianggap tidak mendukung atau tidak mampu menerapkan ESG. Citra buruk ini dapat menyulitkan suatu Lembaga atau perusahaan untuk menarik investor, klien, dan konsumen.

Namun, menarik diri dari perubahan iklim tidak hanya akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dampak baik adalah memberikan peluang bagi pekerjaan ramah lingkungan untuk berkembang lebih cepat.

[irp]

Lapangan kerja baru yang tercipta tentu akan membantu mengurangi kemiskinan. Bagi lingkungan, hal ini tentu saja  akan membawa harapan yang lebih baik bagi upaya pemulihan lingkungan yang bersifat multisektoral.

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan perusahaan untuk mencegah perubahan iklim, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta transparansi nilai-nilai perusahaan.

Solusi-solusi ini saling berkelanjutan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengadopsi filosofi lingkungan dalam setiap aktivitas perusahaan atau lembaga dan memastikan aspek kelestarian lingkungan menjadi bagian dari nilai-nilai perusahaan.

Penyesuaian ini akan membawa perubahan signifikan pada proses administrasi, operasional, investasi dan pemasaran.

Filosofi lingkungan hidup ini dapat dicapai melalui pengembangan dan implementasi komitmen ESG. Strategi ESG yang dapat diterapkan mencakup integrasi ESG yang eksklusif dan terbaik di kelasnya, investasi bertema kemiskinan, obligasi ramah lingkungan, investasi berdampak, penatagunaan, dan keterlibatan.

[irp]

Jika aktivitas organisasi mendorong kelestarian lingkungan, maka transparansi tentang nilai-nilai tersebut harus ditingkatkan untuk membangun kepercayaan karyawan bahwa aktivitas perusahaan konsisten dengan nilai-nilai yang dijunjungnya. Selain itu kejujuran juga harus diutamakan.

Artinya jika perusahaan belum mampu melakukan kegiatan yang 100% ramah lingkungan maka harus memberitahukan kepada karyawan dan calon karyawan seberapa besar upaya yang telah dilakukan organisasi dan apa saja kekurangan yang dimilikinya. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya mencegah “greenwashing” yang membantu perubahan iklim dan melestarikan lingkungan.

[irp]

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2