Sungai sebagai Penyangga Kehidupan: Saatnya Bertindak Lawan Sampah Plastik dan Krisis Ekologi

Klikhijau.com - Sungai-sungai di Indonesia lebih dari sekadar air yang mengalir; sungai adalah urat nadi kehidupan, yang menopang tatanan sosial-ekonomi dan ekologi masyarakat perkotaan maupun pedesaa...

Sungai sebagai Penyangga Kehidupan: Saatnya Bertindak Lawan Sampah Plastik dan Krisis Ekologi
Bacakan Artikel

Sungai-sungai di Indonesia telah lama menopang kehidupan, mata pencaharian, dan identitas lokal. Semoga Hari Sungai Nasional tahun ini, yang diperingat setiap tanggal 27 Juli tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga sebagai seruan untuk bertindak. Sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, "Mengakhiri Polusi Plastik", sekaranglah saatnya untuk berkomitmen pada solusi nyata. Dengan demikian, kita turut memastikan bahwa sungai terus berfungsi sebagai penyangga kehidupan—bukan simbol kelalaian kita.

Daftar Pustaka

Beavis, S. G., & McWilliam, A. (2018). The impact of artisanal gold mining on water quality and biodiversity in Southeast Sulawesi. Environmental Research Letters, 13(8), 084034. https://doi.org/10.1088/1748-9326/aad5ce

ECOTON. (2022). Laporan kondisi pencemaran mikroplastik di sungai-sungai Indonesia tahun 2022. Ecological Observation and Wetlands Conservation. https://ecoton.or.id/

International Union for Conservation of Nature. (2022, June). Plastic pollution and its impacts on biodiversity. https://www.iucn.org/resources/issues-briefs/plastic-pollution-and-its-impacts-biodiversity

Jennerjahn, T. C., Gesierich, D., Rachmawati, R., & Hidayat, H. (2022). Human interventions in tropical river and estuarine systems in Indonesia. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 265, 107630. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2021.107630

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. https://www.menlhk.go.id

Kharis, A., & Langputeh, S. (2024). River-based tourism and sustainable rural development: A case study from Temulus Village, Indonesia. Tourism and Environment Journal, 9(1), 55–69.

Kusnanto, H., Pramono, H., & Dewi, R. (2017). Community-based river restoration in Yogyakarta: A social innovation for poverty reduction. Journal of Sustainable Development, 10(3), 37–47. https://doi.org/10.5539/jsd.v10n3p37

Parikesit, P., Suryadi, F. X., & Riani, E. (2005). Impact of industrial and agricultural activities on water quality in the Upper Citarum River Basin, West Java, Indonesia. Environmental Monitoring and Assessment, 101(1–3), 265–281. https://doi.org/10.1007/s10661-005-9153-7

Wittmann, F., Householder, E., Parolin, P., de Oliveira Wittmann, A., & Piedade, M. T. F. (2022). Floodplain forests and biodiversity: Conservation challenges in the Anthropocene. Biological Conservation, 264, 109429. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2021.109429

World Bank. (2021). Plastic waste discharges from rivers and coastlines in Indonesia. World Bank Group. Retrieved from https://documents.worldbank.org

Zhang, X., Liu, X., Zhang, M., Dahlgren, R. A., & Eitzel, M. (2013). A review of vegetated buffers and a meta-analysis of their mitigation efficacy in reducing nonpoint source pollution. Journal of Environmental Quality, 42(5), 1565–1579. https://doi.org/10.2134/jeq2012.0501

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2