Siswa SMAN 1 Driyorejo Jadikan Hari Bumi sebagai Momentum Menyuarakan Masalah Lingkungan

Klikhijau.com - Bagi siswa SMAN 1 Driyorejo  Hari Bumi 2026 jadi momentum untuk menyuarakan keresahan sekaligus menawarkan solusi nyata atas persoalan lingkungan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ha...

Siswa SMAN 1 Driyorejo Jadikan Hari Bumi sebagai Momentum Menyuarakan Masalah Lingkungan
Bacakan Artikel

Usulan Program TEPAR

Program TEPAR yang diajukan siswa terdiri dari tiga komponen utama:


  1. TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle)



Diusulkan sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa. Siswa menyoroti bahwa praktik di lapangan masih belum konsisten.

“Sampah dari rumah sudah dipilah, tapi sering dicampur lagi di proses berikutnya,” keluh salah satu siswa.



  1. Polisi Sampah



Inisiatif pengawasan berbasis masyarakat dengan melibatkan ibu-ibu, karang taruna, dan organisasi lokal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui edukasi dan pendekatan sosial.


  1. Water Refill Station



Fasilitas isi ulang air minum di ruang publik untuk mendukung kebiasaan membawa tumbler.

“Kami melihat di kota lain fasilitas ini sudah tersedia. Di Gresik belum, padahal ini penting untuk mengurangi sampah plastik,” ungkap salah seorang siswa.

DLH Siap Didorong ke Level Kebijakan

Menanggapi usulan tersebut, Any Mardiyani, S.T., M.T., Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Gresik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif siswa.

“Kami sangat membutuhkan generasi muda untuk menjadi pengawas lingkungan, khususnya di Gresik Selatan. Usulan ini akan kami sampaikan ke kepala dinas dan dibahas lebih lanjut bersama Bupati, karena sangat relevan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

DLH juga terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu melalui pengembangan TPST serta kolaborasi dengan masyarakat dalam program Gresik Merdeka Sampah. Selain itu, pendekatan ekonomi sirkular dan pengurangan plastik melalui program less plastic juga menjadi fokus ke depan.

Audiensi ini menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pihak yang terdampak oleh krisis lingkungan, tetapi juga mampu menjadi penggerak solusi.

SMAN 1 Driyorejo menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari hal sederhana—dari membawa tumbler, memilah sampah, hingga mengusulkan kebijakan.

Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda.

Gresik yang bersih dan hijau tidak hanya menjadi wacana, tetapi mulai diperjuangkan—dari sekolah, oleh generasi masa depan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2