Senggani, Tanaman Nostalgia yang Kaya Manfaat

Klikhijau.com – Senggani, begitulah aku dinamai. Dulu aku adalah kesukaan anak-anak. Buahku yang manis biasa disantap jika mereka ke kebun. Jika buahku dimakan, itu akan membawa kelucuan pada merek...

Senggani, Tanaman Nostalgia yang Kaya Manfaat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Senggani, begitulah aku dinamai. Dulu aku adalah kesukaan anak-anak. Buahku yang manis biasa disantap jika mereka ke kebun.

Jika buahku dimakan, itu akan membawa kelucuan pada mereka. Sebab lidah, bibir, dan mulutnya akan berwarna biru keunguan. Iya, itu lucu dan menakutkan.

Banyak nama yang aku sandang, tergantung di daerah mana aku tumbuh. Misalnya di Sulawesi Selatan, khususnya di Bulukumba. Orang-orang menamaiku biccoro.

Aku tumbuh liar dan meresahkan bagi petani. Aku termasuk tanaman liar yang cukup bandel, tidak mudah mati meski telah ditebang atau disemprot dengan racun pestisida.

Senggani itu nama nasionalku di Indonesia. Aku adalah tanaman perdu yang masuk ke dalam golongan familia Melastomataceae.

Aku bisa tumbuh tegak setinggi 0,5 sampai 4 meter. Ciri lain diriku adalah bercabang banyak dan dapat tumbuh pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari.

Karena itu, aku lebih suka berkembang biak di lereng gunung, lapangan yang tidak terlalu gersang, dan semak. Meski aku meresahkan bagi petani, tapi di daerah objek wisata. Aku diperlakukan istimewa karena dijadikan tanaman hias yang dirawat segenap cinta dan kasih sayang.

Sebagai tanaman liar, aku bisa tinggal pada ketinggian sampai 1.650 di atas permukaan laut. Dengan daunku yang tunggal, bertangkai, yang letaknya berhadapan bersilang dan berbentuk bulat telur dengan ujung lancip.

Permukaanku berambut pendek yang jarang dan kaku. Daunku memiliki sifat kasar jika diraba, serta memiliki tiga tulang daun yang melengkung.

Aku memiliki bunga yang keluar dari cabangku, berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18 yang berwarna ungu kemerahan yang cantik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2