Senggani, Tanaman Nostalgia yang Kaya Manfaat

Klikhijau.com – Senggani, begitulah aku dinamai. Dulu aku adalah kesukaan anak-anak. Buahku yang manis biasa disantap jika mereka ke kebun. Jika buahku dimakan, itu akan membawa kelucuan pada merek...

Senggani, Tanaman Nostalgia yang Kaya Manfaat
Bacakan Artikel

Bunga yang lahir dariku akan berubah menjadi buah. Buah inilah yang dulu disukai anak-anak karena rasanya manis bercampur sedikit asin.

Banyak manfaat

Tidak hanya sebagai tanaman hias. Aku juga bisa menjelma menjadi obat. Untuk fungsi yang satu ini. Belum banyak yang lirik karena tidak banyak yang tahu. Padahal jika banyak yang tahu aku akan sangat bahagia karena bisa membantu manusia terbebas dari penyakitnya.

Ari Eka Suryaningsih, dkk pada tahun 2020 pernah meneliti apa kandunganku yang bisa berguna bagi manusia sebagai obat. Dan apa saja penyakit yang bisa diatasi olehku.

Penelitian itu menemukan jika aku bisa mengobati keputihan (leukorea), bisul,  gangguan pencernaan makanan (dispepsi), diare, hepatitis disentri basiler, sariawan, busung air dan bisul. Cukup banyakkan khasiatku.

Nama latinku,  Melastoma candidum D.Don. Namun, aku memiliki banyak nama di Indonesia, tergantung di daerah mana aku tumbuh dan berkembang biak, seperti yang tertulis di atas.

Perlu kamu ketahui bahwa kebanyakan dari penyakit yang bisa kuatasi disebabkan oleh bakteri yang bersifat patogen.

Ekstrak metanol pada daunku diyakini mampu  menghambat pertumbuhan bakteri, semisal Shigella dysenteriae. Bakteri ini bisa menyebabkan disentri basiler. Sedangkan ekstrak kloroform dari daunku tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap bakteri tersebut, (Estu Retnaningtyas N dan Sri Mulyani, 2009).

Mengandung zat pewarna

Seperti yang kukatakan tadi bahwa buahku bisa dimakan. Meski terlihat mengerikan pada lidah, bibir, dan mulut yang memakannya. Namun, aku tidak mengandung racun yang bisa merampas nyawa seseorang. Buahku mengandung antioksidan yang banyak karena tinggi antosianin atau zat berwarna ungu.

Saat ini, anak-anak tidak ada lagi yang memakan buahku jika mereka menemukanku. Aku menjadi buah yang asing bagi mereka. Berbeda dengan generasi tempo dulu. Mereka akan sangat riang, berlomba memetikku lalu saling tertawa—tepatnya menertawai lidah, bibir, dan mulut temannya yang keunguan.

Dan meski aku memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan manusia. Tapi manusia juga tidak pernah iba. Aku tetap dibasmi, baik dengan cara ditebangi maupun disemprot dengan pestisida. Padahal jika dirawat. Aku bisa memberi nilai keindahan seperti halnya di tempat wisata.

Namun, harus kumaklumi juga, jika tidak dibasmi. Kebun-kebun warga akan terlihat terbengkalai meski sebenarnya hadirku tidak terlalu mengganggu. Aku justru menjadi berkah bagi banyak makhluk hidup, tidak hanya manusia. Tapi juga burung, lebah, dan masih banyak lagi. Bahkan bungaku disukai kupu-kupu dan lebah akan mengisap sariku untuk dijadikan madu. Sedangkan burung, aku biasa dijadikan tempat bertengger melepas lelah.

Aku Senggani, tanaman liar yang bisa kamu cari jika sedang butuh obat untuk sakitmu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2