Sederet Hewan Liar yang Berperan sebagai Sekutu bagi Petani

Klikhijau.com – Hewan liar kerap dianggap musuh bagi petani. Namun perlu diperhatikan, tidak semua hewan liar membawa petaka bagi tanaman. Beberapa dari mereka justru dapat menjadi sekutu. Mereka a...

Sederet Hewan Liar yang Berperan sebagai Sekutu bagi Petani
Bacakan Artikel

Pemburu akrobatik ini juga diketahui memangsa ngengat dan kupu-kupu dewasa.



  • Katak, kodok, dan salamander



Amfibi asli dapat menjadi berkah bagi petani dan tukang kebun. Itu termasuk katak, kodok, dan salamander, yang sebagian besar merupakan pemakan serangga oportunistik.

Sebagai predator umum, amfibi ini mungkin memakan beberapa serangga bermanfaat seperti kepik, sayap renda, atau capung.

Namun herbivora sering kali menjadi mangsa yang lebih mudah, dan karena seekor katak  dapat memakan hingga 100 serangga per malam.

Hama pemakan daun di kebun akan menjadi pesta yang menggiurkan. Katak dan kodok melahap semua jenis kumbang, lalat, ngengat, ulat bulu, dan larva serangga lainnya, serta siput. sehingga memberikan pengawasan yang kuat terhadap tanaman.

[irp]



  •  Kepik



Kepik adalah salah satu serangga taman yang paling terkenal bermanfaat. Mereka disukai bukan hanya karena penampilannya yang ikonik, tetapi juga karena memangsa kutu daun, serangga skala, wereng, tungau, dan hama tanaman lainnya.

Beberapa kepik dapat berperilaku sebagai hama, baik dengan merusak tanaman atau mengalahkan spesies asli , namun secara keseluruhan kumbang ini adalah sekutu yang berharga bagi petani. Seekor kepik saja bisa memakan 5.000 kutu daun selama hidupnya.



  • Sayap renda hijau



Sayap renda hijau adalah predator penting bagi serangga bertubuh lunak dan telur serangga, menurut ahli entomologi Universitas Kentucky, Ric Bessin, meski kurang dihargai, kontribusi mereka terhadap pengendalian serangga sangat besar.

Predator ini bukanlah karnivora di semua tahap kehidupan. Mereka sering kali beralih dari memakan serangga pada tahap larva menjadi memakan nektar, serbuk sari, dan embun madu pada tahap dewasa.

[irp]



  • Lalat jala hijau



Lalat jala hijau dikenal juga dengan nama singa kutu daun atau serigala kutu daun. Mereka dengan rakus menyerang kutu daun dan serangga bertubuh lunak lainnya dengan rahang bawahnya yang besar.

Seekor  lalat jala hijau dapat memakan hingga 200 kutu daun per minggu, dan bahkan dapat melakukan kanibalisasi sesama larva jika mangsa yang tersedia tidak mencukupi.



  • Ular, kadal, dan kura-kura



Ular mempunyai kemampuan untuk menakut-nakuti orang, sehingga sulit bagi beberapa tukang kebun untuk menerima mereka sebagai sekutu. Namun, sebagian besar ular tidak berbisa, dan bahkan ular yang menggunakan racunnya terutama untuk menundukkan mangsanya, bukan untuk membela diri.

Kebanyakan ular tidak hanya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi juga berguna dalam mengendalikan hama yang sebenarnya menimbulkan masalah bagi kita.

Sedangkan kadal dapat memakan siput dan serangga pemakan daun seperti kumbang, ulat bulu, dan belalang. Ada beberapa spesies kadal berbisa, namun sebagian besar kadal yang ditemukan di kebun tidak menimbulkan ancaman bagi manusia atau tanaman.

Sementara kura-kura, mereka memakan berbagai macam makanan, kebanyakan tumbuhan, meskipun jenis tertentu—seperti kura-kura kotak Amerika Utara—juga memakan hama taman seperti siput, dan kumbang.



  • Laba-laba



Laba-laba secara tidak adil dianggap menakutkan. Mereka jarang menggigit orang, dan meskipun demikian, sebagian besar gigitan hanya menimbulkan gangguan kecil.

Racun mereka ditujukan untuk mangsa yang jauh lebih kecil, termasuk serangga yang menyebabkan lebih banyak masalah dibandingkan arakhnida mana pun.

Laba-laba rumah berpatroli di rumah kita untuk mencari hama seperti lalat, nyamuk, kutu, dan kecoak, dan laba-laba luar ruangan dapat memainkan peran yang lebih berharga di pertanian dan kebun.

Laba-laba ramah lingkungan, mereka hadir dalam beberapa bentuk dasar, masing-masing memiliki kekuatan super pengendalian hama sendiri.

[irp]



  • Tawon



Tawon adalah kelompok serangga yang beragam, beberapa di antaranya menawarkan manfaat lebih dibandingkan yang lain. Banyak tawon predator yang aktif memburu hama tanaman, namun seperti predator generalis lainnya.

Mereka juga dapat memangsa serangga bermanfaat, termasuk lebah. Hal ini belum tentu melebihi manfaatnya, namun karena beberapa tawon sosial secara agresif mempertahankan sarangnya, banyak hal bergantung pada spesies dan lingkungan.

Perlu diketahui, ada juga tawon lain yang menawarkan bentuk pengendalian hama yang lebih halus tanpa ancaman sengatan yang menyakitkan.



  • Semut



Banyak orang menganggap bahwa semut adalah pengganggu. Mereka harus disingkirkan. Namun, semut dapat menjadi penolong bagi petani.

Beberapa spesies semut dapat mengatasi hama tanaman seperti kutu daun. Semut tidak hanya menawarkan manfaat tidak langsung seperti membuat dan mengaerasi tanah. Mereka juga dapat menangkis berbagai serangga.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semut tertentu mengendalikan hama tanaman setidaknya sama efektifnya dengan pestisida. Dalam sebuah penelitian, pohon jambu mete yang huni oleh semut rangrang memiliki hasil panen 49% lebih tinggi dibandingkan pohon yang diberi pestisida.

Selain itu, juga menghasilkan kacang mete dengan kualitas lebih tinggi, sehingga memberikan pendapatan bersih bagi petani sebesar 71% lebih tinggi.

Semut juga terbukti menyaingi pestisida kimia dalam melindungi tanaman seperti mangga, kakao, dan jeruk.

[irp]



  • Burung penyanyi



Banyak burung penyanyi  yang memangsa hama tanaman seperti ulat, kumbang, dan  siput. Kehadiran mereka menawarkan manfaat nyata bagi manusia, seperti mengurangi kelimpahan wereng sebesar 50%, mengurangi separuh kerusakan akibat ulat di kebun apel, atau menyelamatkan petani kopi, dan masih banyak lagi.

Untuk memetik manfaat dari burung penyanyi, hal dapat dilakukan adalah memelihara pepohonan dan semak asli. Karena dapat berpotensi meningkat tiga kali lipat burung penyanyi.

Keanekaragaman burung di kawasan pertanian dapat memberi keuntungan yang signifikan.



  •  Burung pemangsa



Burung pemangsa, misalnya elang juga dibutuhkan petani. Mereka dapat memangsa hama yang lebih besar seperti tupai, kelinci hingga tikus.

Banyak spesies burung pemangsa yang memburu makhluk yang dapat mengusik  hasil panen kita.  Beberapa raptor juga lebih cocok di lingkungan tertentu. Satu keluarga burung hantu dapat memakan 3.000 hewan pengerat dalam satu siklus perkembangbiakan selama empat bulan.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2