Sangketan, Tumbuhan Berbunga Indah dan Kaya Manfaat yang Tidak Dilirik

Klikhijau.com –  Jarang ada yang tertarik membudidayakan sangketan (Achyranthes aspera). Tumbuhan dibiarkan tumbuh liar saja sebagai gulma. Keindahan bunganya yang berwarna putih, tidak menarik min...

Sangketan, Tumbuhan Berbunga Indah dan Kaya Manfaat yang Tidak Dilirik
Bacakan Artikel

Ekstrak akarnya dapat dimanfaatkan sebagai tetes mata pada waktu tidur untuk mengobati rabun ayam.

Manfaat lainnya adalah dapat mencegah dan memperlambat perkembangan beberapa jenis kanker. Manfaat itu didapat dari kandungan flavonoid pada tumbuhan ini.

Bagi masyarakat Asia, Amerika Selatan dan Afrika tumbuhan ini telah dinobatkan sebagai tanaman obat. Daunnya biasa digunakan para ahli penyembuhan tradisional untuk mengobati demam (khususnya demam malaria), diabetes, asma, disentri, dan hipertensi.

Sementara untuk herba kering digunakan untuk mengobati kolik pada anak-anak dan juga sebagai astringen dalam pengobatan gonorrhea. Aplikasi topikal ekstrak metanol daun tumbuhan ini menghambat karsinogenesis oleh DMBA/TPA pada kulit tikus (Chakraborty, dkk., 2002).

Di Indonesia, tumbuhan ini sudah umum digunakan sebagai obat oleh masyarakat. Karena memiliki manfaat bagi kesehatan.

[caption id="attachment_31391" align="aligncenter" width="1000"] Tumbuhan sangketan-foto/Ist[/caption]

Ciri dan klasifikasi

Tumbuhan ini berbunga majemuk, merupakan kumpulan beberapa bunga tunggal dalam satu tangkai bunga. Bentuknya  berbulir, bunga majemuk sederhana tidak terbatas (rasemosa) tandan dengan bunga-bunga individual tidak bertangkai (duduk).

Letaknya di ujung batang atau cabang-cabangnya. Dalam satu batang berjumlah banyak. Pada serbuk batangnya menunjukkan fragmen pengenal berupa trikoma berkutil.

Trikoma merupakan rambut halus yang terdapat pada permukaan tumbuhan. Fungsinya mengurangi intensitas cahaya matahari. Fungsi lainnya melindungi tumbuhan dari pemangsa.

Trikoma pada batang tumbuhan ini adalah permukaannya memiliki bintik-bintik timbul seperti kutil dan merupakan trikoma non glanduler.

Pada serbuk daun tumbuhan ini menunjukkan fragmen pengenal berupa trikoma glandular. Merupakan derivat sel-sel epidermis yang membentuk struktur berupa rambut-rambut yang menonjol ke arah luar.

Trikoma glandular dapat mengeluarkan secret, umumnya berupa senyawa garam, larutan gula, racun atau terpentin. (Hasmukh, dkk., 2014).

Sedangkan serbuk bunga tumbuhan ini menunjukkan adanya fragmen pengenal gynoecium.  biasanya terletak di tengah bunga terdiri dari tiga, yaitu ovarium yang menghasilkan ovula, gaya yang menghubungkan ovarium dan stigma dan stigma yang menerima serbuk sari. Hasil pengamatan juga memperlihatkan kristal kalsium oksalat bentuk roset atau bintang. (Hasmukh, dkk., 2014).

Kurdi (2010) mengklasifikasi tumbuhan ini sebagai berikut,  divisi: Spermatophyta, sub divisi: Angiospermae, kelas: Dicotyledoneae, bangsa: Caryophyllales, suku: Amaranthaceae, marga: Achyranthes, jenis: Achyranthes aspera L

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2