Sampah Plastik Terikat yang Mengikatkan Diri di Pantai Lemo-Lemo, Bulukumba

Klikhijau.com - Kantuk masih memanjai mata. Masih ingin lelap. Namun, pagi telah datang di Hari Minggu, 14 Desember 2025. Membuat saya bergegas bangun dan segera membunuh rasa penasaran akan keindahan...

Sampah Plastik Terikat yang Mengikatkan Diri di Pantai Lemo-Lemo, Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Kantuk masih memanjai mata. Masih ingin lelap. Namun, pagi telah datang di Hari Minggu, 14 Desember 2025. Membuat saya bergegas bangun dan segera membunuh rasa penasaran akan keindahan Pantai Lemo-Lemo, Bulukumba.

Saya lalu meninggalkan Villa, berjalan perlahan ke bibir laut. Sepi. Tak ada sesiapa. Hanya suara burung walet palsu dan deru ombak yang berjuang memecahkan sunyi pagi itu.

Ombak di Pantai Lemo-Lemo memang tak pernah istirahat. Terus menderu, menerpa pantai berpasir putih itu. Derunya adalah lagu yang melenakan. Syahdu.

Saya menikmati percikannya yang menamparkan dirinya ke batu karang. Pecah berhamburan. Indah. Keindahan itu akan semakin terasa ketika saya menengok ke kanan. Pada tebing batu karang.

[irp]

Namun, saat menoleh ke kiri. Pemandangan lain tersaji. Hamparan pasir putih memang menggugah ingin untuk segera menjelajahinya. Menyentuhkan kaki yang telanjang ke dalam pasir yang lembut itu.

Keindahan juga selalu punya celah agar tak utuh sempurna. Begitu pula Pantai Lemo-Lemo. Keindahannya terampas oleh satu hal dan itu bisa kamu tebak; Sampah. Iyya benar, sampah plastik berserakan di pasir putih itu. Dominan adalah tempat air minum kemasan.

Sampah lain, semisal sandal, sepertinya hanya pelengkap sehingga pantai indah berpasir putih itu, bukan hanya tempat wisata yang dikunjungi manusia,  tetapi juga tempat yang dihuni beragam jenis sampah.

Sampah yang menghuni pantai, memiliki riwayat perjalanan yang tak terduga, bisa datang dari jauh. Pada wilayah yang tak pernah terpikirkan masuk ke peta pikiran kita.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2