Ruang Hijau Perkotaan Lebih Berdampak bagi Kesehatan Mental Perempuan

Klikhijau.com – Ruang hijau perkotaan sangat diperlukan. Bukan hanya untuk menangkal rasa gerah dan membuat pandangan lebih sejuk, juga bukan sekadar untuk menghasilkan oksigen. Tapi, lebih dari itu....

Ruang Hijau Perkotaan Lebih Berdampak bagi Kesehatan Mental Perempuan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ruang hijau perkotaan sangat diperlukan. Bukan hanya untuk menangkal rasa gerah dan membuat pandangan lebih sejuk, juga bukan sekadar untuk menghasilkan oksigen. Tapi, lebih dari itu.

Keberadaan ruang hijau di perkotaan akan berdampak baik bagi kesehatan, khususnya kesehatan mental. Selain itu, juga bisa menjadi rumah bagi satwa, terutama burung.

Dalam hal kesehatan mental, ada sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Institut Ilmu dan Teknologi pandangan Mendadak Pandangan Gelap Saat Berdiri Terlalu Cepat? Ini Kata Medis dari Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB).

Studi itu menemukan bahwa  paparan ruang hijau atau kehijauan perkotaan mengarah pada manfaat kesehatan mental. Dan ajaibnya manfaat itu lebih besar akan dirasakan oleh perempuan, meskipun mereka cenderung tidak sering menggunakan ruang hijau.

Faktor keamanan

Salah satu alasan perempuan jarang mengakses ruang hijau perkotaan adalah  karena alasan yang  terkait dengan masalah keamanan.

KesimpuIan itu didapatkan dari studi tersebut yang menganalisis hubungan antara kesehatan mental dan paparan kehijauan perkotaan. Caranya dengan melihat lebih dalam perbedaan hasil tergantung pada jenis kelamin dan jenis kelamin.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah  Health and Place itu menemukan,  efek kehijauan perkotaan pada kesehatan mental tidak merata pada wanita dan pria.

Secara khusus, hasilnya menunjukkan,  wanita mendapat manfaat yang lebih banyak dari kontak dengan ruang hijau untuk berjalan dan bersantai. Tetapi, dampaknya aka lebih kecil  pada pria.

Ini bisa disebabkan karena masalah keamanan perempuan di daerah perkotaan ini, serta norma gender dan peran sosial.

“Hal ini juga dapat dijelaskan oleh fakta bahwa kualitas dan karakteristik ruang-ruang ini. Karena tidak dirancang dan direncanakan untuk perempuan seperti halnya untuk laki-laki,” jelas Marta-Beatriz Fernández Núñez, peneliti di ICTA-UAB dan penulis pertama studi tersebut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2