Qonitah Al Jundiah, Hijabers yang Berkomitmen Lahirkan Karya Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Apa kabar para hijabers? Kini ada kabar gembira mengenai pencuci hijab yang ramah lingkungan.  Jadi,  para hijabers tidak hanya merawat hijab dan kualitas hijabnya, tetapi juga bisa ik...

Qonitah Al Jundiah, Hijabers yang Berkomitmen Lahirkan Karya Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Apa kabar para hijabers? Kini ada kabar gembira mengenai pencuci hijab yang ramah lingkungan.  Jadi,  para hijabers tidak hanya merawat hijab dan kualitas hijabnya, tetapi juga bisa ikut menjaga lingkungan.

Adalah seorang hijabers bernama Qonita Al Jundiah yang membuat inovasi tersebut. Ia membuat 'Parte Hijab Wash', yaitu sebuah produk pencuci hijab yang terbuat dari bahan alami, tanpa deterjen dan tanpa paraben.

Wanita kelahiran 16 April 1992 yang biasa disapa Thata itu  memang memiliki kepedulian yang besar pada lingkungan. Sebelumnya, ia telah meluncurkan produk scarf yang terbuat dari 100% voile tanpa Polyster di bawah label Parte miliknya.

Ketertarikannya pada dunia fashion dimulai ketika masih duduk di bangku sekolah. Ketika kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Thata berpakaian sesuai dengan gaya personalnya. Gaya tersebut membuat ia tampak mencolok di antara sesama mahasiswa. Tak tahan menjadi pusat perhatian, Thata sempat menjadi orang yang pemalu dan penyendiri (republika.co.id)

Nama Qonitah Al Jundiah mulai dikenal di dunia fashion sejak ngebog tahun 2009 lalu. Ia memang termasuk salah seorang bloger fashion Muslim yang serius menekuni profesi penata busana profesional.

Sepulangnya dari pertukaran pelajar selama dua bulan di Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat, ia terlibat dalam pagelaran UIN Fashion Fair 2012. Kegiatan tersebut merupakan acara besar pertama di Indonesia yang memfasilitasi pameran busana rancangan mahasiswa. Dian Pelangi dan Siti Juwariyah turut hadir mengisi sesi berbagi pengalaman untuk peserta sharing session.

Pagelaran UIN Fashion Fair itu menjadi titik balik dari kepercayaan Thata yang sempat runtuh karena gaya berpakaiannya yang berbeda dari mahasiswa lain di kampusnya.

Thata seperti yang dimuat wolipop.detik.com, merupakan lulusan Master dari University of Leeds di London jurusan Fashion, Enterprise & Society. Ia mendapat beasiswa dikampus tersebut. Di kampusnya barunya, Thata tak hanya belajar tentang sisi artistik dari fashion. Ia juga belajar bagaimana menggarap sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat.

“Sebagai muslim tentu kita juga harus memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan. Saat membeli sesuatu, kita harus teredukasi tentang kualitas bahan dan kebermanfaatan itu untuk lingkungan,” ujarnya suatu ketika.

Thata ingin mengajak para muslimah Indonesia untuk lebih sadar terhadap pengaruh produk fashion pada lingkungan. Salah satu langkah kecilnya adalah dengan merawat produk-produk fashion yang dimiliki agar lebih awet dan tidak menghasilkan banyak sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2