Pulau Sulawesi, Surganya Kumbang Yodha

Klikhijau.com - Sulawesi adalah bagian dari Wallacea, zona transisi bio-geografis antara Australia dan Asia. Artinya wilayah ini memiliki fauna dari kedua wilayah. Baru-baru ini, Tim Peneliti dari...

Pulau Sulawesi, Surganya Kumbang Yodha
Bacakan Artikel

Para peneliti kini percaya bahwa Trigonopterus berasal dari Australia dan baru kemudian mencapai Sulawesi, di mana mereka berkembang secara sukses. Meski memiliki koleksi fauna yang menakjubkan, keanekaragaman serangga di Sulawesi sebagian besar masih belum diketahui.

Dalam penemuan ini, tim mengalami beberapa kendala. Pertama, objek penelitian sulit dilihat. Di hutan lebat di Sulawesi, kumbang kecil berukuran 2-3 milimeter tidak kelihatan menonjol. Kedua, mengidentifikasi mereka bahkan lebih sulit. Meskipun analisis DNA menunjukkan kumbang itu jelas spesies yang berbeda, banyak spesies yang baru ditemukan terlihat sangat mirip satu sama lain.

Perunutan DNA menjadi satu-satunya metode untuk membedakan mereka. Halangan terakhir adalah urusan dana yang tidak mengalir dengan pasti.

Hanya ada satu posisi permanen untuk seorang peneliti kumbang di Museum Zoologi Indonesia.
Lembaga yang mencakup seluruh kepulauan Indonesia yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau. Jadi kolaborasi internasional adalah kunci.

Namun, usaha tersebut berbuah manis dengan lebih dari 100 tambahan spesies baru ditemukan. Atas usahanya, tim mengatakan mereka baru mulai memahami makhluk kecil yang bersembunyi di Sulawesi.

Sulawesi memang surganya binatang langka. Baru-baru ini seekor lebah raksasa, yang disebut terbesar di dunia, kembali ditemukan di Sulawesi setelah menghilang selama beberapa dekade dan dikira sudah punah.

Di dunia sendiri diperkirakan ada lebih dari sejuta spesies serangga. Meski demikian, beberapa studi terakhir menunjukkan bahwa spesies serangga di bumi terus berkurang akibat penebangan hutan dan pengguna pestisida.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2