Perubahan Iklim Ubah Predator jadi Kanibal dan Sebabkan Panas Ekstrem

Klikhijau.com – Perubahan iklim dari waktu ke waktu semakin menunjukkan ancaman yang serius. Semisal suhu di wilayah garis lintang utara terus memanas. Perubahan temperatur itu mengubah bentuk fisi...

Perubahan Iklim Ubah Predator jadi Kanibal dan Sebabkan Panas Ekstrem
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Perubahan iklim dari waktu ke waktu semakin menunjukkan ancaman yang serius. Semisal suhu di wilayah garis lintang utara terus memanas.

Perubahan temperatur itu mengubah bentuk fisiologis dan perilaku salah satu predator invertebrata Arktik yang paling berlimpah, yakni laba-laba srigala.

Mengenai laba-laba srigala ini, Journal of Animal Ecology mempublikasikan sebuah penelitian. Penelitian itu mengungkapkan banyaknya jumlah populasi laba-laba serigala, maka siklus hidup mereka akan terganggu.

Gangguan itu akan memberikan dampak luas pada tundra. Saat Arktika memanas predator bernama latin Pardosa lapponica akan berkembang semakin besar.

Tidak hanya itu, predator ini pun akan bereproduksi lebih sering. Ia juga memiliki selera baru pada spesiesnya sendiri dengan cara menyantapnya. Ia berubah beringas jadi kanibal.

Melansir dari iflscience.com, Jumat, 8 Mei 2020, para peneliti dari Universitas Washington di St. Louis mengumpulkan laba-laba serigala di dua lokasi di Arktik Alaska, di mana ukuran tubuh secara individu bervariasi secara alami.

Spesimen yang dikumpulkan dibandingkan dengan yang telah ditempatkan dalam  percobaan yang disebut mesocosm. Di mana lingkungan luar tertutup dimaksudkan untuk meniru habitat mereka tanpa semua variabel yang terkait.

Para peneliti mampu memanipulasi dan mengendalikan kondisi lingkungan untuk menentukan bagaimana kepadatan populasi yang lebih tinggi mengubah perilaku diet laba-laba.

Laba-laba serigala yang lebih besar dikaitkan dengan laba-laba remaja yang lebih sedikit, sebuah penemuan mengejutkan mengingat bahwa betina dengan ukuran tubuh yang lebih besar menghasilkan lebih banyak keturunan rata-rata.

Ketika peneliti melacak aliran nutrisi melalui jaring makanan melalui analisis isotop stabil , ditentukan bahwa situs dengan betina yang lebih besar lebih cenderung jadi kanibal dengan memakan spesies mereka sendiri.

Hewan berdarah dingin

Amanda Koltz, peneliti utama studi ini mengungkapkan meskipun kanibalisme mungkin bukan pilihan makanan terbaik untuk laba-laba ini. Namun, data lapangan dan eksperimental peneliti menunjukkan bahwa ketika ada banyak laba-laba di sekitarnya, mereka beralih ke kanibalisme lebih sering.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2