Perihal Hydroseeding, Metode Penanaman Cepat pada Area Luas dan Sulit Terjangkau

Klikhijau.com - Hydroseeding berasal dari dua kata, yakni hydro dan seeding yang berarti campuran antara air dan benih. Benih yang dimaksud adalah benih dalam bentuk biji. Air dan benih tersebut di...

Perihal Hydroseeding, Metode Penanaman Cepat pada Area Luas dan Sulit Terjangkau
Bacakan Artikel

Dapat menyesuaikan area

Hal menarik dari penggunaan hydroseeding karena dapat menyelesaikan areal yang luas dalam waktu yang relatif singkat, sehingga akan lebih hemat tenaga.

Secara umum hydroseeding  disemprotkan dari kendaraan bertangki. Hanya saja  cara ini akan sulit diterapkan bila kondisi lahan berupa tebingan, karena adanya keterbatasan mobilitas kendaraan.

Jadi, untuk menangani hal tersebut hydroseeding dapat dilakukan dengan cara manual, atau dikenal dengan sebutan Manual Hydroseeding.

Cara ini (Manual Hydroseeding) dilakukan dengan cara membawa alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat campuran hydroseeding langsung di lapangan dengan penyebaran campuran. Semuanya  dilakukan dengan manual oleh manusia.

Jenis biji tanaman yang diaplikasikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukan pada area yang akan ditanami, baik itu pemilihan biji tanaman yang bersifat fast grow, native species dan jenis benih pohon atau buah-buahan

 Penuh manfaat

Penggunaan hydroseeding memiliki beragam manfaat, di antaranya

  • Selain dapat menghemat waktu, tenaga, biaya. Hydroseeding juga dapat membantu mengontrol atau meminimalisir laju erosi.

  • Manfaat lain yang dapat dipetik dari hydroseeding adalah dapat menjadi solusi penanaman mudah dengan waktu lebih cepat untuk lahan berukuran luas

  • Penggunaan hydroseeding, khususnya pada lahan pasca penambangan efektif untuk daerah lereng atau kawasan yang tidak dapat dijangkau dengan tenaga manusia

  • Mampu mengendalikan, mengendalikan, dan mengurangi laju erosi tanah.

  • Perkecambahan benih menjadi lebih tinggi dengan waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat.

  • Kandungan mulsa di dalamnya membuat proses perkecambahan menjadi lebih cepat serta membuat tingkat kelembapan pada benih bertahan stabil.


  • Kecepatan penanaman untuk satu unit hydroseeding mencapai 20—30 hektar tiap bulan, sedangkan waktu respon pertumbuhannya membutuhkan 3—6 bulan sampai lahan bisa ditutup dengan vegetasi. Lebih efisien dalam waktu dan biaya.

  • Dari segi biaya, penggunaan hydroseeding pada lahan pasca penambangan akan meminimalisir atau mengurangi penggunaan tanah top soil/sub soil dengan tebal lapisannya berukuran minimal 30 cm. bahkan ada garansi keberhasilannya meski tidak menggunakan top soil.

  • Teknik hydroseeding mampu diaplikasikan pada kondisi tanah apapun, baik itu bertekstur pasiran, lempungan bahkan pada horizon sub soil.

  • Penanaman juga dapat berlangsung pada kemiringan lereng lebih dari 45 derajat bahkan pada lereng dengan rasio lebih dari 1:1.5.

  • Sebaran benih hydroseeding dapat menjangkau seluruh permukaan tanah, sehingga distribusi merata tersebut menghasilkan waktu pertumbuhan benih yang seragam.

  • Campuran hydroseeding memberikan kondisi yang sempurna kepada benih untuk dapat tumbuh dan berkembang (Oregon Department of Transport, 2006).

Namun perlu diperhatikan, apabila campuran mulsa yang ditebar terlalu banyak, maka dapat  mengganggu proses perkecambahan pada benih.

Terlebih lagi, jika campuran hydroseeding disebar pada musim penghujan, maka limpasan air hujan berpotensi merusak sebaran tersebut.

Olehnya itu, saat penyebaran benih melalui hydroseeding dilakukan, pastikan cuaca dalam keadaan mendukung dan jumlah mulsanya tidak terlalu banyak.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2