Pergerakan Mikroplastik Semakin Liar, Kini Ditemukan di Setiap Sampel Sperma Manusia

Klikhijau.com – Pergerakan mikroplastik semakin liar. Jika sebelumnya dilaporkan telah ditemukan pada testis manusia (Baca INI). Saat ini mikroplastik telah ditemukan di semua sampel sperma atau air m...

Pergerakan Mikroplastik Semakin Liar, Kini Ditemukan di Setiap Sampel Sperma Manusia
Bacakan Artikel

“Seiring dengan meningkatnya penelitian yang mengimplikasikan paparan mikroplastik sebagai faktor potensial yang berdampak pada kesehatan manusia, memahami tingkat kontaminasi pada manusia dan kaitannya dengan hasil reproduksi sangatlah penting,” kata Ning Li, dari Universitas Qingdao di Tiongkok, dan rekannya.

Ia menambahkan bahwa penelitian pada tikus menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah sperma yang layak dan peningkatan kelainan bentuk sperma. Itu  menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menimbulkan risiko kumulatif yang kronis terhadap kesehatan reproduksi pria.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science of the Total Environment tersebut mendeteksi delapan plastik berbeda. Polystyrene, yang digunakan untuk pengemasan, adalah yang paling umum, diikuti oleh polietilen, yang digunakan dalam kantong plastik, dan kemudian PVC.

Partikel tersebut mungkin menyebabkan peradangan pada jaringan, seperti halnya partikel polusi udara, atau bahan kimia dalam plastik dapat menyebabkan kerusakan.

Pada bulan Maret lalu, dokter memperingatkan dampak yang berpotensi mengancam jiwa setelah menemukan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, dan kematian dini pada orang yang pembuluh darahnya terkontaminasi plastik mikroskopis.

Luigi Montano, dari Universitas Roma, yang memimpin penelitian di Italia mengatakan, intervensi diperlukan untuk menghentikan peningkatan sampah plastik secara eksponensial.

Menurutnya, saat ini lebih dari 180 negara sedang merundingkan perjanjian PBB untuk mengatur plastik dan mengurangi polusi.

“Secara khusus, diperlukan tindakan untuk menghindari kerusakan permanen tambahan pada planet dan tubuh manusia,” kata Montano dikutip dari The Guardian.

Ia juga menguraikan bahwa jika polusi mikroplastik berdampak pada proses reproduksi yang penting, sebagaimana dibuktikan secara khusus oleh penurunan kualitas sperma yang tercatat dalam beberapa dekade terakhir secara global. Hal tersebut mungkin akan berdampak lebih buruk lagi bagi spesies kita dalam waktu yang tidak lama lagi.

Karena itu, untuk mengurangi ancaman mikroplastik, maka perlu dilakukan langkah taktis, salah satunya yang paling penting adalah, setop produksi dan penggunaan plastik, khususnya plastik sekali pakai.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2