Paus, Mamalia Laut Penyerap Karbon yang Terkepung Mikroplastik

Klikhijau.com – Paus tidak hanya berukuran besar. Ia juga memiliki peran yang besar pula. Satu di antaranya dapat melawan perubahan iklim. Bagaimana bisa? Rupanya paus memiliki kemampuan untuk meny...

Paus, Mamalia Laut Penyerap Karbon yang Terkepung Mikroplastik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Paus tidak hanya berukuran besar. Ia juga memiliki peran yang besar pula. Satu di antaranya dapat melawan perubahan iklim.

Bagaimana bisa? Rupanya paus memiliki kemampuan untuk menyerap dan memerangkap karbon agar tidak lepas ke atmosfer.

Paus adalah hewan laut yang menarik. Meski hidup di laut, ia bukan tergolong dalam keluarga ikan. Ia berkembang biak dengan melahirkan, bertulang keras, bernapas dengan paru-paru, memiliki kelenjar susu, dan berdarah panas. Jauh berbeda dengan ikan--lebih dikenal dengan nama mamalia laut.

Mamalia laut ini termasuk jenis makhluk hidup tanpa tungkai belakang atau Cetacea. Masa kehamilannya pun berbeda dengan ikan, paus hamil berkisar antara 9 sampai 15 bulan.

Bagaimana cara mamalia laut ini melawan perubahan iklim? Dilansir dari Greeneration, caranya adalah dengan menangkap dan mengendapkan karbon dengan dua cara.

Cara pertama, Whale Pump, ini adalah proses paus mengeluarkan kotoran yang mengandung urea tinggi saat ia naik ke permukaan laut. Kotoran itu masuk ke laut. Kandungan ureanya akan memicu pertumbuhan fitoplankton. Fitoplankton adalah penangkap karbon yang sangat penting, sebab bisa menangkap dalam jumlah banyak di permukaan laut.

Cara kedua adalah Whale Conveyor Belt, cara ini adalah proses paus mendistribusikan kotorannya untuk menyebarkan nutrisi ke wilayah laut yang minim nutrisi.

Penyerapan karbon dari mamalia laut ini cukup besar. Pada tahun 2010, dalam sebuah studi para ilmuwan memperkirakan 190.000 paus besar dapat menyerap sebanyak 1.9 juta ton karbon setiap tahun.

Peran mamalia ini dalam mengatasi karbon tidak hanya pada masa hidupnya saja. Namun,  saat paus telah mati pun tubuhnya dapat memerangkap karbon agar tidak lepas ke atmosfer.


Biomassa paus mampu menyerap karbon dalam jumlah yang besar. Selain itu, kotoran dan bangkai dari paus yang telah mati  dapat juga menyimpan karbon.

Kemampuan paus menyerap dan menyimpan karbon menciptakan konsep yang disebut Monetisasi Paus. Ini adalah sebuah konsep untuk monetisasi konservasi paus demi mengurangi jejak karbon di atmosfer.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2