P3E Suma KLHK dan Klikhijau Membersamai Festival Palik-palik Komunitas Tobonga

Klikhijau.com – Festival Palik-palik sukses digelar oleh Komunitas Tobonga di Desa Bonto Salama Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten  Sinjai, Sabtu dan Minggu (3-4/09/2022). Kegiatan ini terselenggara...

P3E Suma KLHK dan Klikhijau Membersamai Festival Palik-palik Komunitas Tobonga
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Festival Palik-palik sukses digelar oleh Komunitas Tobonga di Desa Bonto Salama Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten  Sinjai, Sabtu dan Minggu (3-4/09/2022).

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P3E Suma KLHK) dan Klikhijau.

Festival Palik-palik merupakan satu event yang digelar untuk membangkitkan kembali satu kearifan lokal petani yang saat ini mulai pudar dalam masyarakat.

“Festival ini digelar untuk merawat kearifan lokal petani yang punya tradisi membuat palik-palik sebagai pengusir hama padi. Namun, bukan sekadar kreativitas biasa, palik-palik dibuat dengan sentuhan seni tinggi,” kata Abidin Wakur pendiri Komunitas Tobonga.

Menurut Abidin, palik-palik memerlukan teknik tinggi dalam pembuatannya. Jadi, tidak hanya bagaimana membuatnya berputar saat diterpa angin, lantunan suara yang dihasilkan juga menjadi aspek penting.

“Suara yang dihasilkan, dalam bahasa lokal disebut mummung, mewakili kualitas palik-palik. Kalau suaranya buruk, maka karya yang dihasilkan dianggap kurang berhasil,” jelas seniman ini.

Ajang silaturahmi

Palik-palik memiliki multi manfaat, kata Abidin, karya seni ini juga berfungsi sebagai pemersatu warga. Jadi, saat musim kemarau tiba, warga dari lintas desa akan bertemu satu sama lain untuk saling adu karya.

“Pada momen itulah, palik-palik akan menjadi media silaturrahmi antar warga. Selain itu, palik-palik juga dianggap sebagai mantra oleh petani dalam mengusir hal-hal negatif dalam pertaniannya,” katanya.

Sejatinya, festival palik-palik digelar persis ketika puncak kemarau di musim panen tiba. Sayangnya, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat perhelatan festival palik-palik yang pertama kali digelar diterpa cuaca tak bersahabat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2