Nasi Kuning, Kuliner Pelengkap Ritual yang Semakin Merakyat

Klikhijau.com – Nasi kuning hanyalah satu dari sekian banyak kuliner khas Indonesia. Dinamai demikian karena memiliki warna kuning. Menariknya, pewarna yang digunakan merupakan warna yang dihasilka...

Nasi Kuning, Kuliner Pelengkap Ritual  yang Semakin Merakyat
Bacakan Artikel

Tumpeng ini memang berbahan dasar nasi kuning yang dikeliling dengan beragam lauk. Dibentuk seperti gunung pun bukan tanpa alasan, sebab hal melambangkan gunung emas, yang bisa diartikan sebagaikemakmuran hidup atau kekayaan serta moral yang luhur (liputan6.com)

Perihal asal usulnya, dominan pendapat sepakat bahwa nasi ini berasal dari Jawa, namun saat ini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Ia bisa ditemukan di mana saja, bahkan di pelosok desa sekalipun.

Pada perkembangannya pula, kuliner ini tidak hanya disajikan sebagai pelengkap ritual adat, tapi telah menjadi makanan umum yang bisa dinikmati kapan saja. Tidak perlu menunggu ritual tertentu dalam penyajiannya.

Khusus untuk sajian sakralnya, biasanya disajikan pada  pada acara syukuran, atau moment tertentu yang menandakan kebahagian, seperti ulang tahun, kelahiran, pertunangan, pernikahan, syukuran masuk rumah, dan lain sebagainya.

Pemaknaan berbeda

Sepertinya, nasi kuning dalam hal nilai ritual berbeda pemaknaannya di setiap daerah, misalnya antara Jawa dan Bali memiliki pemaknaan yang berbeda.

Dalam tradisi Bali, nasi ini acap disajikan saat Upacara Kuningan, meski bentuknya tetap sama, yakni kerucut seperti gunung.

Penggunaan nasi kuning pada upacara kuningan, sesungguhnya tidak lepas dari kepercayaan umat Hindu yang meyakini empat warna keramat, yakni putih, hitam, merah dan kuning.

Nah, untuk warna kuning ini, pada saat upacara biasanya menggunakan nasi kuning.

Nasi kuning sesungguhnya tidak jauh beda dengan nasi pada umumnya. Hanya warna dan bahan yang digunakan serta cara memasaknya saja yang berbeda. Nasi kuning juga berbahan dasar beras. Beras ini dimasak dengan kunyit, santan dan bumbu rempah yang dibutuhkan.

Hal itulah yang membuat aroma dan rasanya gurih dan wangi dibandingkan dengan jenis nasi lainnya, semisal nasi putih.

Hal lain yang membedakan nasi jenis ini dengan jenis lainnya adalah cara penyajiannya. Nasih kuning biasanya disajikan dalam satu wadah dengan lauknya sekaligus. Lauk yang setia menemaninya di antaranya telur bulat atau dadar, abon, sambal tempe kering, bihun goreng, ayam dan lain sebagainya sesuai dengan selera.

  Cara membuatnya

Cara membuatnya tentu berbeda dengan nasi putih, nasi ini dimasak bersama kunyit bubuk atau cair yang dimasak dalam air santan bersama rempah lainnya, yang bisa disesuaikan dengan selera atau bahan yang ada, misalnya lengkuas, daun salam, serai, daun salam, bawang merah halus, dan garam.

Santan dan rempah yang telah disiapkan bisa dimasak hingga mendidih baru memasukkan beras yang telah dicuci bersih, bisa pula langsung dimasak bersama berasnya.

Setelah beras menyatu dengan santan dan rempah lainnya dan dengan kondisi yang telah sedikit mengering. Nasi selanjutnya dipindahkan ke wadah lain untuk dikukus hingga matang.

Setelah matang, nasi kuning siap disajikan beserta dengan lauknya

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2