Mikroplastik Telah Menyusup ke Awan dan Jadi Pemicu Perubahan Iklim?

Klikhijau.com – Mikroplastik telah ditemukan hampir di semua tempat di dunia ini. Bahkan pada tempat atau benda yang tidak terduga sama sekali. Sifat dan wujudnya yang kecil memungkinkan benda ini...

Mikroplastik Telah Menyusup ke Awan dan Jadi Pemicu Perubahan Iklim?
Bacakan Artikel

Polimer berperan besar dalam sistem iklim

Melalui analisisnya, tim peneliti mengidentifikasi sembilan jenis polimer unik, serta satu jenis karet, dalam sampel mikroplastik di udara. Mikroplastik berkisar antara 7,1 hingga 94,6 mikrometer. Rata-rata rambut manusia memiliki lebar 80 mikrometer.

Setiap liter uap awan cair ditemukan mengandung 6,7 hingga 13,9 keping mikroplastik.

Peneliti menemukan banyak sekali polimer “hidrofilik”  yang mudah tertarik pada air. Hal ini menunjukkan bahwa polimer tersebut berperan besar dalam sistem iklim melalui pembentukan awan yang cepat.

Beberapa sampel yang dikumpulkan memiliki banyak polimer, sehingga menunjukkan bahwa polimer tersebut mungkin berfungsi sebagai “inti kondensasi”. Partikel kecil yang mengembunkan uap air di atmosfer yang menciptakan air awan dan es.

Euronews Green melaporkan bahwa penulis studi tersebut menjelaskan, plastik awalnya bersifat hidrofobik, namun menjadi hidrofilik setelah terkena sinar ultraviolet dalam waktu lama.

“Mikroplastik di troposfer bebas diangkut dan berkontribusi terhadap polusi global,” kata Hiroshi Okochi dari Universitas Waseda, penulis utama studi tersebut, seperti dilansir dari Ecowatch.

Okochi menambahkan, jika isu tersebut tidak ditangani secara proaktif, risiko ancaman perubahan iklim dan ekologi dapat menjadi kenyataan, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius dan tidak dapat diubah di masa depan.

“Ketika mikroplastik  yang didefinisikan sebagai partikel plastik yang berukuran kurang dari lima milimeter dan berasal dari bahan-bahan seperti ban mobil sintetis, tekstil, limbah industri, dan produk perawatan pribadi  itu mencapai atmosfer bagian atas dan terkena radiasi ultraviolet dari sinar matahari, mikroplastik tersebut menurunkan kualitasnya, berkontribusi terhadap gas rumah kaca,” tutup  Okochi dinukil dari Ecowatch.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2