Meski Tumbuh Liar, Awar-awar Menawarkan Beragam Manfaat

Klikhijau.com – Awar-awar itu tumbuh liar saja di depan rumah. Jika daunnya telah merimbun, biasanya akan dipangkas saja. Awar-awar memang merupakan jenis tumbuhan liar. Bisa tumbuh di mana saja ta...

Meski Tumbuh Liar, Awar-awar Menawarkan Beragam Manfaat
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pengobatan seperti ini selain efektif juga berbiaya murah. Sebab bahan-bahannya dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar mereka.

Terbatasnya pengobatan medis menjadi salah satu alasan masyarakat zaman dulu menggunakan pengobatan herbal dengan memanfaatkan tumbuhan.

Pengetahuan inilah yang di wariskan secara turun temurun. Dan terbukti banyak bermanfaat. Salah satunya apa yang dilakukan Ibu ketika kepala saya sakit dua hari sebelum Ramadan lalu.

Awar-awar, rupanya tidak hanya bisa meredakan sakit kepala atau menghilangkan rasa sakit (pegal) pada tubuh. Tapi menurut Suryanita, (2017), tanaman ini  bisa digunakan sebagai obat luka, radang atau inflamasi.

Kandungan kimia daun tanaman bernama latin Ficus septica Burm. F ini adalah steroid, flavanoid dan saponin, (Safriani Rahman, dkk 2013). Kandungan inilah yang dicurigai bisa menyembuhkan luka.

Sang Ketut Sudirga pada penelitiannya yang berjudul isolasi dan Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Awar-Awar (Ficus Septica Brum.f.) Dan Uji Efektivitasnya Terhadap Jamur menemukan jika daun tanaman ini mengandung senyawa terpenoid, alkaloid, flavonoid serta fenol, dan dalam ekstrak aktif tersebut teridentifikasi sebanyak 14 senyawa.

Ekstrak aktif daunnya dapat menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum acutatum. Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai pemicu muntah, obat penyakit kulit, dan anti racun.

Tentang Awar-awar

Seperti tanaman di Indonesia pada umumnya. Setiap daerah di mana tanaman tersebut tumbuh memiliki nama yang berbeda-beda pula

Awar-awar juga demikian, menyandang banyak nama, misalnya di Ternate bernama tagalolo, di Ambon bernama sirih popar, di Bugis namanya daussalo, dan di Makassar bernama tobo-tobo.

Awar-awar merupakan anggota suku Moraceae, ia masuk kerabat beringin. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan perdu atau pohon kecil. Ia bisa ditemukan di hutan semak atau di tempat-tempat yang meliar.

Pada daun hingga akarnya mengandung getah. Selain daunnya buahnya juga bisa dimanfaatkan untuk  mengobati sakit pencernaan dan keracunan.

Tumbuhan ini tumbuh, tegak hingga mencapai 1 sampai 5 meter. Memiliki r anting bulat torak, gundul, dan berongga.

Ciri daunnya besar dan runcing, yang hadapan atau berseling dengan tangkai sepanjang 2,5-5 cm.  Helaian daunnya besar, jorong bundar telur, 9-30 × 9–16 cm, pangkalnya membulat dan ujungnya menyempit tumpul, bertepi rata, sisi atas berwarna hijau tua dengan pertulangan daun berwarna pucat keputih-putihan, dengan 6-12 tulang daun sekunder, sisi bawah hijau muda.

Buah awar-awar berbentuk  syconium atau periuk. Dengan cara berpasangan, tunggal, atau mengelompok diri hingga 4 butir. Buahnya  berpangka dengan 3 daun pelindung. Warna biahnya hijau muda atau hijau abu-abu. Memiliki garis tengahnya lk. 1,5 cm dan bertangkai pendek.

Sebaran tumbuhan ini adalah seluruh kawasan Malesia (kecuali Semenanjung Malaya), Kepulauan Ryukyu di utara, Kepulauan Solomon hingga Vanuatu, Taiwan, dan Queensland di Australia.

Tumbuhan obat ini bisa tumbuh di berbagai macam tipe tanah, hingga ketinggian 1800 m dpl. Ia bisa ditemukan di pinggir jalan, semak, pinggir sungai hingga di pinggir saluran air.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2