Merawat Bumi dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

Klikhijau.com - Kini Indonesia berangsur pulih setelah dua tahun mengalami masa yang sulit karena pandemi. Walaupun tidak mudah, pemulihan di setiap wilayah tetap menjadi fokus utama agar tidak ada wi...

Merawat Bumi dengan Gaya Hidup Berkelanjutan
Bacakan Artikel
Yusrawati

Mahasiswa Magang Klikhijau dari Prodi Sosiologi UNM

Menurut UNEP sebanyak 6,5 juta orang meninggal karna paparan udara bahaya setiap tahunnya. Jadi, perlu diketahui juga kalau bahan bakar fosil itu menjadi bahan bakar penyumbang emisis karbon terbesar yang menyebabkan krisis iklim. Bahan bakar ini pun tidak terbarukan jadi bisa habis sewaktu waktu.

Oleh karena itu mulailah langkah seperti menggunakan sepeda atau jalan kaki ke tempat terdekat atau gunakan angkutan umum untuk mengurangi kendaraan pribadi,


  1. Menghargai makanan


Mungkin kamu pernah makan tidak habis terus makanan dibuang begitu saja. Itulah istilah food waste, dan kebiasaan ini patut untuk dihilangkan. Jadi kebiasan ini mengacu pada makanan atau bahan pangan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi, namun dibuang.

Menurut data dari United Nations Food and Agriculture Organization (FAO), sepertiga makanan didunia adalah food waste. Data statista, 2021 mengungkap Cina dengan 91.646.213 ton makanan yang terbuang per tahun, disusul india 68,646,213 ton pertahun.

Jadi, kebayang tidak? kalau semua pangan terus dibuang sia sia, suatu saat bisa saja pangan manusia habits atau hilang.

Jadi mulai sekarang mulailah untuk mindfull dalam makan dengan cara seperti; Pertama. utamakan konsumsi tumbuhan dibandingkan daging, karena peternakan membutuhkan lebih banyak makanan sampai energi dibanding pertanian. Juga sebenarnya, makanan berbasiskan tumbuhan lebih sustainable dibanding hewan.

Kedua, makan dengan tenang dan secukupnya, hindarilah untuk makan berlebihan. Tenang dalam makan maksudnya adalah kita selama makan lebih menikmati dan memikirkan bagaimana makanan itu ditumbuhkan petani, dimasak kemudian sampai dihadapan kita. Tujuannya agar kita lebih menghargai dan tidak menyisakan makanan tanpa sadar.


  1. Sampah


Sampah memang selalu menjadi problem, menurut data dari World bank sebanyak 2 milyart ton sampah di hasilkan pertahunnya, bahkan Indonesia sendiri dikenal sebagai penghasil ke 2 terbanyak di dunia.

Maka, sekarang jika kita sering mengganti baju karna bosan, memakai kemasan sekali pakai, membuang sampah sembarangan, maka mulailah untuk mengurangi kebisaan itu.

Jadi bagaimana Sahabat hijau? Sejatinya hidup itulah pilihan jadi sekarang waktunya untuk kalian memilih gaya hidup ini untuk kebaikan kita saat ini dan generasi kedepan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2