Menyulap Ban Motor Bekas Jadi Rak Buku yang Menarik

Klikhijau.com – Ban motor bekas bagi Hendri dan kawan-kawannya adalah media permainan yang menyenangkan. Setiap pulang sekolah, mereka biasanya bermain padende di jalan. Padende adalah permainan tradi...

Menyulap Ban Motor Bekas Jadi Rak Buku yang Menarik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sementara itu Handoyo (2017) menyimpulkan bahwa proses pirolisis dapat digunakan menjadi cara untuk mengurangi dampak pencemaran yang disebabkan oleh karet ban bekas.

Karet ban bekas jenis polistirena adalah limbah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan energy alternative, yaitu berupa bahan bakar cair.

Menjadi rak

Pemanfaatan ban bekas, khususnya ban motor dapat pula dilakukan dengan cara lain. Bagi pencinta buku yang puyeng mencari rak untuk menyusun bukunya agar lebih rapi. Bisa memanfaatkan ban motor bekas sebagai rak buku.

Penggunaan ban motor bekas sebagai rak buku terbilang sederhana. Cara buatnya tidak ribet dan bahan yang digunakan pun tidak banyak serta hemat biaya.

Bahannya hanyalah selembar papan yang belah dua dan paku. Jika ingin membuatnya lebih menarik bisa diwarnai dengan cat.

Rak tersebut bisa dipajang di ruang tamu, caranya bisa ditempel atau digantung menggunakan tali. Ban motor bekas yang telah disulap jadi rak, bisa digunakan untuk menyimpan hal lain selain buku, misalnya mainan anak-anak agar tidak terhambur, tempat alat makeup, perabot rumah hingga peralatan mandi di kamar mandi, misalnya sampo dan lain sebagainya.

Pengalaman personal

Tentang rak buku dari ban motor bekas, ini pengalaman yang personal sekali. Ketika sedang puyeng memikirkan rak buku yang akan saya gunakan di atas Binara Cinta Kaisah Ayatulauni di tandabaca. Seseorang mengirimkan foto ban motor bekas yang disulap menyimpan mainan anak-anak.

“Sepertinya bisa dijadikan rak buku,” katanya.

“Sangat bisa,” jawab saya.

Lalu beberapa hari kemudian saya mencoba membuatnya. Dan hasilnya meski tidak terlalu rapi, bisa ditempati buku.

Saat ini ada tiga rak buku dari ban motor bekas yang menghiasi Binara Cinta Kaisah Ayatulauni. Rak buku itu terlihat sederhana saja, dua rak masih berwarna alami—hitam pekat—belum dicat.

Rak buku itu saya gantung menggunakan tali di ranting pohon. Hal itu sengaja diterapkan agar tidak memaku pohon, sebab Binara Cinta Kaisah Ayatulauni adalah rumah pohon yang berada di atas ketinggian kurang lebih empat meter.

Jadi, sahabat hijau, sudah saatnya kita mulai memikirkan dan memanfaatkan barang bekas agar tidak terbuang mencemari lingkungan, misalnya menggunakan ban motor bekas menjadi rak buku, pot atau menjadikannya media permainan anak-anak seperti yang dilakukan Hendri dan kawan-kawannya yang akan berlari riang mengejar ban bekas itu ketika menggelinding karena mereka pukuli dengan ranting kayu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2