Menilik Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sampah di Kota Makassar

Klikhijau.com – Perempuan memiliki peran penting dalam penanganan sampah. Bagaimana peran perempuan sejauh ini? Sampah selalu menjadi masalah dari masa ke masa. Faktanya, timbunan sampah di Indones...

Menilik Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sampah di Kota Makassar
Bacakan Artikel
Yusrawati

Mahasiswa Magang Klikhijau dari Prodi Sosiologi UNM

Klikhijau.com – Perempuan memiliki peran penting dalam penanganan sampah. Bagaimana peran perempuan sejauh ini?

Sampah selalu menjadi masalah dari masa ke masa. Faktanya, timbunan sampah di Indonesia sendiri mencapai 200 ribu ton atau sama dengan 73 juta ton dalam jangka satu tahun. Berdasar data terkini, Indonesia telah masuk kategori negara penghasil sampah terbanyak ke-2 di dunia.

Di Makassar kuantitas sampah pun tak kalah memprihatinkan, pasalnya tumpukan sampah yang berlokasi di TPA Tamangapa Kecamatan Manggala sudah membumbung tinggi hingga 40 – 50  meter.

Data dari DLHK Kota Makassar menunjukkan jumlah sampah yang masuk ke TPA Antang bisa mencapai 800/hari atau bahkan di hari raya bisa mencapai 900-1000 ton per hari.

TPA Antang sendiri memiliki luas sekitar 19,1 hektare. Tentunya dengan luas wilayah tersebut sudah cukup sesak untuk menampung sampah kota Makassar sedangkan kurang lebih sampah sebanyak 1000 ton akan masuk ke TPA setiap harinya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada  tahun 2020, mengungkap sebanyak 37,3% sampah yang ada di seluruh Indonesia dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Proporsi sampah yang paling banyak berasal dari 39,8% sisa makanan yang terbuang.

Sampah Organik dan Problematikanya

Dibandingkan sampah anorganik seperti plastik, keberadaan sampah organik menjadi masalah tersendiri. Sampah organik sendiri merupakan sampah yang berasal dari hewan dan tumbuhan seperti sisa makanan,minuman,kertas,kayu/ranting yang bisa terurai oleh alam.

Menurut Kepala Bidang Persampahan, limbah B3 dan Peningkatan  Kapasitas DLHK Kota Makassar, Taufik Djabbar, ST., MT., sampah rumah tangga berkontribusi paling banyak pada kuantitas sampah.

“Sumber sampah paling banyak itu berasal dari domestik, karena berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada. Jadi, setidaknya lebih dari 50% sampah rumah tangga seperti nasi, kulit buah dan sampah organik lainnya banyak berakhir di TPA,” papar Taufik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2