Mengesankan, Ini Manfaat Azan Bagi Otak Menurut Ahli Neurosains

Klikhijau.com – Suatu waktu di negeri Masagala sedang riuh. Banyak masyarakat terkejut, sebab ada isu azan akan dilarang. Jika hal itu terjadi tentu akan melanggar kebebesan beragama. Samanang, sal...

Mengesankan, Ini Manfaat Azan Bagi Otak Menurut Ahli Neurosains
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Samanang terus mendengar apa yang dikatakan ahli otak kelahiran Makassar itu, bahwa kondisi gelombang pada otak orang yang mendengarkan azan berbeda dengan kondisi otak orang yang dalam kondisi tidak normal.

Gelombang di otak pada kondisi orang yang tidak tepat atau disebut exited, akan menunjukkan hal berbeda. Taruna menyontohkan, efek gelombang otak pada orang yang mengalami kejang.

"Ada gelombang, tapi bukan normal dan itu terjadi karena adanya loncatan listrik dan kedua adanya loncatan neurotransmitter yang tidak tepat. Oleh karena itu orang saat kejang, itu paling kontras terlihat elektro magnetik otaknya," jelasnya.

[irp posts="2426" name="Ini Manfaat Jika Mengonsumsi Buah Rambutan"]

Samanang terus mendengar penjelasan taruna Ikrar, menurut dokter tersebut ada hal berbeda  dengan kondisi gelombang otak orang normal yang relatif stabil dengan orang kejang.

Taruna mengatakan, orang yang kejang, otaknya mengalami gelombang otak cepat dan keras, yakni gelombang delta

"Gelombang itu terjadi ada loncatan listrik yang berlebihan yang tidak terkontrol," tuturnya.

Samanang juga bertemu dengan  DR. Karyono Ibnu Ahmad. Seorang cendekiawan muslim dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

DR. Karyono mengatakan,  setiap bayi yang baru lahir, sang ayah selalu siap mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.

Bukan hanya mengikuti sunah Nabi, tetapi sebenarnya sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan orang tua jika mengumandangkannya di telinga bayinya.

"Saat sang ayah mengumandangkan azan di telinga kanan, maka suara tersebut dapat merangsang saraf kecerdasan bayi untuk berpikir. Sedangkan iqamah yang dikumandangkan di telinga kiri, dapat merangsang kecerdasan emosi atau rasa si bayi. Namun hal ini harus disertai doa kepada Allah Swt," ucapnya

***

Setelah mendengar penjelasan Taruna Ikrar dan DR Karyono Ibnu Ahmad, Samanang berniat pulang ke negeri Masagala. Namun sebelum pulang ia ingin mendengar azan yang dikumandangkan muazin-muazin Indonesia untuk menenangkan otak dan jiwanya.

Ia berharap setelah orang tahu bahwa azan bisa menenangkan pikiran dan merangsang kecerdasan anak, tak ada lagi isu pelarangan azan dikumandangkan, sebab ternyata baik untuk kesehatan otak.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2