Mengesankan, Ini Manfaat Azan Bagi Otak Menurut Ahli Neurosains

Klikhijau.com – Suatu waktu di negeri Masagala sedang riuh. Banyak masyarakat terkejut, sebab ada isu azan akan dilarang. Jika hal itu terjadi tentu akan melanggar kebebesan beragama. Samanang, sal...

Mengesankan, Ini Manfaat Azan Bagi Otak Menurut Ahli Neurosains
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Suatu waktu di negeri Masagala sedang riuh. Banyak masyarakat terkejut, sebab ada isu azan akan dilarang. Jika hal itu terjadi tentu akan melanggar kebebesan beragama.

Samanang, salah seorang penduduk di negeri tersebut juga resah.  Meski ia jarang ke masjid saat azan dikumandangkan, tapi jika tidak ada azan ia akan kebingungan menentukan waktu. Di satu sisi ia akan tenang jika mendengar suara dari muazin andalannya, Haji Ramadan.

Samanang kemudian mencari tahu, kenapa ia merasa tenang jika mendengarkan azan. Maka ia menyusup masuk ke Indonesia, negara yang juga pernah riuh sebab pernah dilanda isu serupalarangan mengumandangkan azan.

Ia terus berjalan mencari  orang yang bisa menjelaskan, kenapa suara azan bisa menenangkannya saat galau.

Samanang beruntung, setelah pencarian hampir seminggu ia bertemu dengan Taruna Ikrar, yang merupakan ahli otak dan neurosains Indonesia.

Taruna menerangkan bukan cuma itu saja yang memiliki dampak bagi pendengarnya, panggilan Tuhan dan simbol agama lain juga memberikan efek bagi umat pemeluknya.

[irp posts="2376" name="Selain Bisa Kurangi Risiko Depresi, Ini Manfaat Lain Berolahraga"]

"Azan itu bikin tenang, karena ada endorfin yang bekerja, orang dengar ngaji, azan, kebaktian, dan lainnya, hati merasa lebih tenang, proses tenang itu bikin lebih stabil, dan menciptakan gelombang gamma di otak," jelas Guru Besar di Pacific Health Sciences University, California,

Samanang mendengarkan dengan khusyu perkataan Taruna, menurut Taruna dari sisi neurosains, azan memiliki gelombang tertentu bagi pendengarnya atau orang yang meresapi panggilan Tuhan tersebut.

Orang yang meresapi panggilan Tuhan baik azan dan lainnya dalam pengukuran magnetic resonance imaging (MRI) menghasilkan gelombang tertentu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2