Mengenal Bencana Sedimen, Faktor Penyebab dan Strategi Mitigasinya

Klikhijau.com – Bencana sedimen didefinisikan sebagai suatu fenomena yang memicu terjadinya kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung pada kehidupan manusia dan harta benda, ketidaknyamanan...

Mengenal Bencana Sedimen, Faktor Penyebab dan Strategi Mitigasinya
Bacakan Artikel

Lalu, saat hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Sejatinya, bila ada pohon di permukaan tanah, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga berperan sebagai pengikat tanah.



  • Tanah yang kurang padat



Tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 22 derajat. Jenis tanah ini memiliki potensi untuk terjadinya longsor terutama bila terjadi hujan.


  • Lereng terjal



Lereng terjal terbentuk akibat adanya pengikisan air sungai, mata air, air laut dan angin. Umumnya, sudut lereng yang menyebabkan banjir adalah 20 derajat apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.



  • Jenis tata lahan



Tanah longsor kerap terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat mengikat ranah dan membuat tanah jadi lembek dan jenuh dengan air sehingga gampang longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan dipicu oleh akar pohon yang tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.


  • Getaran



Getaran terjadi akibat gempa bumi, ledakan, getaran mesin dan getaran lalu lintas kendaraan. Akibat getaran yang terjadi memicu terjadinya keretakan pada tanah.


  • Adanya beban tambahan



Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Ini memicu keretakan tanah.


  • Erosi



Pengikisan atau erosi umumnya disebabkan oleh penggundulan hujan atau kerusakan hutan. Sejumlah pakar menyebut bencana longsor yang terjadi merupakan akumulasi sejumlah masalah terutama deforestasi dan alih fungsi lahan yang berlangsung lama.


  • Masalah tata ruang



Longsor juga disebabkan oleh masalah tata ruang. Sebagai contoh, aktivitas pengembangan atau pembangunan perumahan di daerah yang tidak memenuhi daya dukung lingkungan, dapat memicu bencana longsor. Hal ini diakibatkan oleh adanya material timbunan pada tebing.


  • Bekas longsoran lama



Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau sesaat sesudah terjadi patahan kulit bumi.



  • Batuan yang kurang kuat



Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir dan lempeng umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah apabila mengalami proses pelapukan dan sangat rentan longsor bila terjadi di lereng terjal.


  • Kerusakan dan penggundulan hutan



Ini sudah jadi rahasia umum bahwa kerusakan hutan akibat penggundulan dan penebangan pohon yang massif akan memicu bencana longsor. Penggundulan hutan akan membuat tanah kehilangan daya ikat.

Berhati-hatilah bila ada daerah tertentu yang menjadi area pembuangan sampah secara ilegal sebab ini dapat memicu longsor.
Mekanisme terjadinya gempa sedimen

Permukaan tanah yang miring dan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horisontal disebut sebagai lereng (slope). Lereng dapat terbentuk secara alamiah juga dapat dibentuk oleh campur tangan manusia.

Jika permukaan membentuk suatu kemiringan maka komponen massa tanah di atas bidang gelincir cenderung akan bergerak ke arah bawah akibat gravitasi. Jika komponen gaya berat yang terjadi cukup besar, ini akan mengakibatkan longsor pada lereng.

Kondisi ini dapat dicegah jika gaya dorong (driving force) tidak melampaui gaya perlawanan yang berasal dari kekuatan geser tanah sepanjang bidang longsor.

Kegagalan lereng dapat terjadi dalam setiap lereng yang curam. Faktor pendorong kegagalan lereng terutama yang bersifat mengurangi resistensi geser tanah pada lereng, seperti curah hujan dan meningkatnya tingkat air tanah.

Strategi mitigasi bencana sedimen

Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang termasuk rawan bencana (hazard potency). Potensi bencana di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 2 yakni potensi bahaya utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard).

Potensi bahaya utama ini dapat dilihat antara lain pada peta potensi bencana gempa di Indonesia yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah wilayah dengan zona-zona gempa yang rawan, longsor, gunung api, tsunami, banjir dan lainnya.

Di samping itu, Indonesia juga rawan potensi bahaya ikutan. Potensi ini sangat besar terjadi di wilayah perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk dan kondisi pemukiman, industri berbahaya dan lainnya.

Sebagai catatan, bencana sedimen sangat dominan terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia setiap tahunnya. Lalu, bagaimana model mitigasi bencana yang bisa dilakukan?

Mitigasi bencana adalah istilah yang dipakai untuk merujuk pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan pengurangan risiko jangka panjang.

Berikut beberapa strategi mitigasi bencana sedimen yang dapat dilakukan:



  • Pemetaan



Pemetaan adalah langkah pertama yang perlu dilakukan. Kita perlu punya data yang kuat mengenai daerah mana saja yang rawan bencana. Peta rawan bencana ini sangat berguna dalam antisipasi bencana alam.


  • Pemantauan



Dengan memahami peta rawan bencana, para stakeholders dan tentu juga masyarakat dapat mengetahui tingkat kerawanan secara dini. Hal ini penting agar dapat dilakukan upaya antisipasi bencana sehingga memudahkan tindakan penyelamatan.


  • Literasi bencana



Informasi mengenai bencana sangat penting diketahui setiap masyarakat. Karena itu literasi bencana sangatlah penting dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana geologi di suatu wilayah.


  • Sosialisasi dan penyuluhan



Sosialisasi dan penyuluhan merupakan bagian dari memperkuat pemahaman bencana di masyarakat. Pemerintah daerah punya peran strategis dalam hal ini, terutama mengenai cara penyelamatan diri saat bencana terjadi.


  • Peringatan dini



Peringatan dini juga sangat penting agar ada persiapan secara dini dalam mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Di Indonesia, sistem peringatan dini lam menghadapi bencana sangatlah penting sebagai negara yang termasuk kategori rawan bencana.

Demikianlah pembahasan mengenai bencana sedimen dan model mitigasi bencana yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2