Pakoba, Kayu Endemik Sulawesi Utara yang Kaya Manfaat

Klikhijau.com – Pakoba (Syzygium luzonense Merr.) merupakan satu jenis kayu khas dan endemik Sulawesi Utara. Kayu ini sempat populer di medio 2020 lalu setelah Balai Penelitian dan Pengembangan Lin...

Pakoba, Kayu Endemik Sulawesi Utara yang Kaya Manfaat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pakoba (Syzygium luzonense Merr.) merupakan satu jenis kayu khas dan endemik Sulawesi Utara.

Kayu ini sempat populer di medio 2020 lalu setelah Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado memperkenalkannya sebagai tanaman kaya manfaat yang juga dipercaya dapat menaikkan imunitas di masa pandemi Covid-19.

Dari beberapa sumber terpercaya disebutkan bahwa informasi dan data ilmiah secara mendalam mengenai Pakoba masih sangat minim. Nama kayu Pakoba sendiri tidaklah familiar padahal kayu satu ini sudah terancam punah dan sejatinya penting dilestarikan.

Kayu Pakoba sendiri banyak dimanfaatkan masyarakat di Sulawesi Utara untuk bahan pertukangan seperti balok, kusen dan papan. Kayu ini juga banyak dipakai dalam pembuatan perahu.

Adapun bagian perahu yang banyak menggunakan kayu Pakoba antara lain lantai, dinding, jendela, pintu, dayung dan penyeimbang perahu. Masyarakat di Sulawesi Utara umumnya meyakini bahwa kayu Pakoba memiliki daya tahan tinggi terhadap daya rusak garam air laut.

Perahu dengan bahan kayu endemik ini diprediksi dapat awet hingga lebih dari sepuluh tahun. Masyarakat pesisir di Sulawesi Utara kerap menyebutnya sebagai kayu yang bersifat asam.

Tak hanya itu, untuk penggunaan sebagai bahan rumah, kayu endemik ini dapat bertahan hingga tiga puluh tahun. Pakoba dikenal sangat tahan terhadap serangga hama bubut kayu dan juga tahan terhadap serangan rayap tanah.

Menurut Dumanauw (2001) berdasarkan nilai berat jenis kering udara, kayu Pakoba dapat diklasifikasikan ke dalam kayu kelas agak berat (B) antara 0,60 – 0,75. Sementara bila kayu ini diklasifikasikan berdasar kelas kuat kayu Indonesia oleh Den Berger (1923), jenis ini tergolong kayu kelas III (BJ antara 0,40 – 0,60).

Penelitian yang dilakukan Lis Nurrani dan Supratman Tabba (2012) dari Balai Penelitian Kehutanan Manado, kayu endemik ini juga kerap dipakai untuk peralatan kerja pertanian seperti cangkul, kapak hingga peralatan rumah tangga seperti sendok, talenan dan lainnya.

Manfaat lainnya

Selain manfaat di atas, Pakoba juga diketahui memiliki manfaat untuk pengobatan. Penelitian Lis Nurrani dan Supratman Tabba menyebut bahwa masyarakat di Minahasa telah lama memanfaatkan kayu ini sebagai ramuan obat tradisional turun-temurun.

Hasil konfirmasi dari sejumlah warga di Sulawesi Utara disebutkan bahwa kulit kayu Pakoba banyak dipakai sebagai campuran ramuan obat untuk wanita yang baru melahirkan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2