Mengapresiasi Perhatian Presiden Jokowi pada Kawasan Konservasi

Klikhijau.com - "Kita ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem, satwa, flora fauna, juga penanaman kembali, reboisasi, di kawasan-kawasan yang sering banjir, tanah longsor." Kata-kata...

Mengapresiasi Perhatian Presiden Jokowi pada Kawasan Konservasi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - "Kita ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem, satwa, flora fauna, juga penanaman kembali, reboisasi, di kawasan-kawasan yang sering banjir, tanah longsor."

Kata-kata di atas dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo saat kunjungan kerja di Taman Nasional Gunung Merapi. Jokowi menegaskan upaya pemulihan lingkungan, baik di dalam kawasan hutan negara, maupun lahan masyarakat.

"Tadi saya sampaikan untuk menanam vetiver, tanam tanaman yang fungsi hijaunya ada juga fungsi ekonominya juga ada. Saya kira itu akan terus saya dorong," ucapnya, Jumat, 14 Februari 2020.

Reboisasi di sini penting dilakukan, karena wilayah Srumbung merupakan lereng Gunung Merapi yang dibawahnya rata-rata adalah pemukiman.

Tercatat jumlah desa di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi sebanyak 30 desa. Jadi, upaya rehabilitasi di kawasan ini terus dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengayaan tanaman bawah atau underneath untuk menjaga stabilitas tanah di kelerengan. Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon Pulai (Alstonia scholaris), bersama masyarakat yang selama ini memanfatkan jasa lingkungan Gunung Merapi seperti “Pencinta Merapi Harmonis“, juga bersama pramuka dan TNI. Wilayah yang ditanami ini, termasuk zona rehabilitasi TN Gunung Merapi.

Perlindungan lingkungan juga penting agar sejalan dengan kemakmuran ekonomi masyarakat, yang saat ini aktif untuk kegiatan ekowisata.

Gunung Merapi memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di kaki Merapi. Total nilai ekonomi bagi masyarakat 30 desa penyangga, senilai 59,48 Milyar dengan rincian dari wisata 14,8 Milyar (24,9%), air 2,9 Milyar (4,9%), rumput 19,4 Milyar (32,6%), rencek 3,7 Milyar (6,2%), perdagangan kayu bakar 0,08 Milyar (0,1%), pembuatan arang 1,8 Milyar (3%), serta pasir dan batu 16,8 Milyar (28,2%).

Gunung api teraktif

Keanekaragaman hayati di kawasan-kawasan konservasi juga menjadi perhatian Presiden Jokowi, seperti halnya di TN Gunung Merapi.

Untuk menguatkan populasi satwa di alam, Presiden Jokowi melakukan pelepasan Elang Jawa 2 ekor asal Kuningan, dan Ciamis. Selain itu, disiapkan juga 2 ekor Elang ular bido asal Yogyakarta yang tengah menjalani habituasi untuk kemudian dilepasliarkan ke alam.

"Kawasan ini memiliki kemampuan untuk menampung 6 pasang sebetulnya, tapi yang dilepas hari ini hanya satu pasang elang jawa. Jika ada lagi elang nanti dilepaskan lagi. Yang dilepas tidak hanya elangnya saja, tetapi juga burung-burung yang kecil, sebagai pakan elang," kata Presiden Jokowi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2