Mencari Program BMT pada Debat Paslon Bupati dan Wabup Bulukumba

Klikhijau.com – Semalam, saya harus ke rumah tetangga.  Saya ingin menonton debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dan mendengar program yang ditawarkan Nonton bareng seras...

Mencari Program BMT pada Debat Paslon Bupati dan Wabup Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Semalam, saya harus ke rumah tetangga.  Saya ingin menonton debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dan mendengar program yang ditawarkan

Nonton bareng serasa lebih nikmat daripada nonton baring seorang diri. Seingat saya, itu pertama kalinya  saya menonton debat Paslon sejak era demokrasi didengungkan.

Saya menonton karena berharap, ada Paslon yang bisa menggugah pendirian saya agar berjalan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos— memberikan suara.

Ketika saya sampai di rumah tetangga. Telah terlihat ketua KPU Bulukumba, Kaharuddin sedang memberi sambutan. Kemudian dilanjutkan oleh moderator, Mardiana Rusli.

Ketika moderator memanggil para paslon ke podium. Ada harapan saya yang lumayan buncah—para Paslon itu membawa tumbler sebagaimana program Pemerintah Bulukumba sejak tahun 2019 lalu, yakni  Bulukumba Membawa Tumbler yang saya singkat saja menjadi BMT.

Program itu dilaunching pada hari Jumat yang penuh berkah, 11 Januari 2019.  Penggunaan tumbler diharapkan mampu mengurangi penggunaan botol maupun gelas air mineral yang berbahan plastik.

Program itu  diluncurkan oleh (yang saat itu menjabat) Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Jl Dahlia, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu.

Peluncurannya pun dihadiri oleh Kepala DLHK Bulukumba, Misbawati A. Wawo. Bahkan Kadis DLHK mengemukakan jika gerakan penggunaan tumbler adalah bagian dari upaya menjamin pengelolaan sampah dengan baik dan berwawasan lingkungan.

Namun, pada debat Paslon semalam, 6 November 2020,  harapan saya melihat empat atau salah satu Paslon membawa tumbler untuk ‘menghirmati program tersebut buyar.

Plastik Ancaman pariwisata

Buyarnya harapan itu dimulai  ketika 4 Paslon Bupati dan Wakil Bupati duduk manis di podium. Tak ada dari memerka yang membawa tumbler.

Di hadapan mereka terdapat masing-masing dua botol  air mineral berbahan plastik sekali pakai (PSP). Program  BMT seolah lari kosong saja.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2