Mencari Program BMT pada Debat Paslon Bupati dan Wabup Bulukumba

Klikhijau.com – Semalam, saya harus ke rumah tetangga.  Saya ingin menonton debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dan mendengar program yang ditawarkan Nonton bareng seras...

Mencari Program BMT pada Debat Paslon Bupati dan Wabup Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Padahal program tersebut sesungguhnya sangat baik dan berpihak pada lingkungan sebagai upaya agar masyarakat mengurangi konsumsi PSP. Terutama kemasan air minum mineral.

Saya berperasangka baik saja, debat itu tidak dilaksanakan di Bulukumba, tapi di Makassar sehingga membawa tumbler tidaklah harus.

Atau karena panitia tidak memperbolehkan, begitupun dengan pihak hotel melarang para tamu membawa tumbler.  Atau karena para calon terlalu fokus mempersiapkan materi debatnya sehingga lupa membawa tumblernya.

Saya tak menuntaskan nonton debat semalam. Bukan karena tak ada paslon yang membawa tumbler, bukan. Namun karena jaringan yang kurang berkawan.

Namun, saya masih sempat mendengar penuturan Paslon mengenai programnya, salah satu yang paling banyak dipaparkan adalah dunia pariwisata.

Bukan hal mengherankan jika  pariwisata Bulukumba menumpuk. Itu karena Bulukumba dikaruniai laut dan gunung yang memiliki pemandangan eksotis. Jangan lupa pula ada satu suku  yang hanya terdapat di Bulukumba, yakni Kajang. Mereka memiliki kehidupan yang khas dan jauh dari sentuhan modernitas.

Karena itulah wajar saja jika para Paslon banyak melirik pariwisata untuk menggerakkan perekonomian Bulukumba. Namun ada yang terlupa, ancaman dunia pariwisata, bahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya pernah mengakui jika sampah plastik adalah ancaman nyata dunia pariwisata.

Semua tempat wisata dihuni sampah plastik

Suatu hari yang hujan, saya pernah ke pantai Mandala Ria. Saya temukan serakan sampah plastik memenuhi pantai yang eksotik itu. Karenanya gerakan BMT adalah hal yang wajib diterapkan. Sayangnya pada debat perdana Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, tak ada penerapan program itu—lari kosong saja.

Padahal jika ingin membangun pariwisata Bulukumba, maka hal yang perlu dipikirkan adalah pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Khususnya air mineral berkemsana plastik seperti yang disuguhkan pada debat malam itu.

Hampir semua tempat wisata yang saya kunjungi di Bulukumba telah dihuni sampah plastk, termasuk kawasan Adat Ammatoa, Kajang.

Tidak hanya itu, Danau Lurayya yang terletak di Desa Kahayya pun mulai dihuni sampah plastik. Padahal letaknya paling ujung di Bulukumba dan terpencil pula.

Maka, program atau gerakan BMT seharusnya ada pada debat itu. Minimal ada satu Paslon yang membawa, sehingga bisa dicontoh oleh masyarakat, bahwa ke mana pun kita pergi, dalam acara apa pun kita wajib menjaga lingkungan, mencintai bumi, meski dengan cara yang cukup sederhana—yakni membawa tumbler saat bebepergian.

Saya pulang ke rumah semalam ketika debat belum usai. Ketika sampai saya langsung saja menuju tempat tidur—menarik selimut lalu tidur.

Paginya ketika bangun, saya kembali menyayangkan tak ada Paslon yang membawa tumbler  saat debat.

Ahhh, semoga debat berikutnya para Paslon dan pendukungnya membawa tumbler sebagai wujud cinta pada Bulukumba dengan membebaskannya dari kepungan sampah plastik.

Semoga saja..

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2