Memahami Pengertian Efek Rumah Kaca, Penyebab dan Dampaknya

Klikhijau.com – Efek Rumah Kaca (ERK) atau Gas Rumah Kaca (GRK), istilah ini kini semakin populer seiring fenomena perubahan iklim. Bumi mengalami peningkatan suhu yang kemudian disebut pemasanan glob...

Memahami Pengertian Efek Rumah Kaca, Penyebab dan Dampaknya
Bacakan Artikel

Secara alami, uap air ikut andil terhadap terjadinya ERK. Meningkatnya temperatur atmosfer menyebabkan adanya peningkatan konsentrasi uap air sehingga terjadi peningkatan dampak rumah kaca.

Semakin banyak uap air yang terkandung di atmosfer, maka akan semakin panas suhu di bumi.



  1. Karbondioksida



Karbondioksida merupakan senyawa kimia yang terdiri dari dua atom; oksigen dan karbon. Karbondioksida terdapat dalam atmosfer dalam bentuk gas pada tekanan normal. Konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi adalah 387 ppm.

Karbondioksida adalah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak dan sejenisnya. Karbondioksida di bumi dimanfaatkan oleh tanaman menjadi salah satu fase siklus karbon.

Dalam jumlah yang cukup, karbondioksida memiliki peranan dalam kestabilan atmosfer. Akan tetapi, dalam jumlah yang terlalu besar maka akan memantik efek rumah kaca.

[irp]



  1. Sulfur Oksida



Senyawa sulfur oksida merupakan gas beracun dan memiliki bau yang menyengat. Sulfur oksida terkandung dalam bahan hasil tambang, seperti batu bara dan minyak bumi.

Hasil pembakaran sulfur oksida akan menghasilkan gas belerang. Sulfur oksida atau belerang juga dapat menyebabkan polusi udara efek rumah kaca.



  1. Sulfur Heksafluorida



Sulfur Heksafluorida adalah gas yang turut menjadi penyebab efek rumah kaca. Gas ini cenderung selalu meningkat konsentrasinya di atmosfer. Gas yang bersifat menangkap panas ini, membuat kondisi suhu bumi semakin parah.


  1. Nitrogen Oksida



Nitrogen oksida dihasilkan dari reaksi nitrogen dan oksigen yang terjadi pembakaran di udara. Seluruh pembakaran di dunia dapat membentuk gas dan menyebabkan pencemaran udara.

Gas ini bersifat sebagai insulator panas yang sangat kuat yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil. Bahkan, nitrogen oksida dapat menangkap panas tiga ratus kali lebih besar dibanding karbondioksida.

[irp]



  1. Metana



Gas metana adalah gas yang dapat menyebabkan gangguan lingkungan, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy biogas. Gas ini memiliki sifat mudah terbakar.

Metana dihasilkan dari proses produksi pertambangan batu bara, minyak bumi dan gas alam. Selain itu, metana secara alami juga dihasilkan oleh pembusukan limbah atau sampah organik, serta gas sisa pencernaan makhluk hidup.



  1. Klorofluorokarbon



CFC atau freon adalah suatu senyawa organik yang mengandung karbon, klorin, dan fluorin. CFC diproduksi sebagai derivat volatil dari metana, etana, dan propana. Penggunaan dlorofluorokarbon dihentikan secara bertahap melalui Protocol Montreal, karena mengakibatkan penipisan lapisan ozon.

Senyawa antrogenik ini merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya efek kaca lebih tinggi dibanding karbondioksida.

[irp]

Aktivitas yang memicu gas rumah kaca

Selain penyebab efek rumah kaca di atas, berikut ini ada 7 aktivitas yang dapat memperburuk ERK antara lain:


  1. Penggunaan bahan bakar fosil



Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara dapat memperparah efek rumah kaca. Penggunakan bahan bakar fosil berlebihan dapat menaikkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.


  1. Penebangan dan kebakaran hutan



Selain merusak ekosistem di hutan, penebangan dan kebakaran hutan akan berdampak pada Namun, kegiatan penebangan dan kebakaran hutan dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.


  1. Pencemaran Laut



Mikroorganisme lautan seperti plankton memiliki kemampuan untuk menyerap karbon. Kondisi lautan yang tercemar akibat limbah, seperti minyak, plastik dan limbah industri lain akan merusak ekosistem dan menurunkan kemampuannya untuk menyerap karbon.


  1. Pertanian



Pertanian skala besar atau disebut industri pertanian pada umumnya menggunakan pupuk kimia untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Pupuk kimia yang dipakai tersebut dapat melepaskan gas nitrogen oksida ke atmosfer dan menjadi gas rumah kaca.

[irp]



  1. Limbah Industri dan Pertambangan



Industri semen, pabrik pupuk, tambang batubara, dan minyak bumi turut menyumbang gas rumah kaca dalam bentuk karbondioksida.


  1. Limbah Rumah Tangga



Limbah atau sampah rumah tangga juga memicu efek rumah kaca. Gas metana dan karbondioksida dihasilkan dari sampah yang kita buang yang telah diurai oleh bakteri.


  1. Peternakan



Kotoran hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan lainnya akan melepaskan gas metana ke udara. Gas tersebut merupakan hasil dari bakteri pengurai di dalam perut sapi.
Dampak efek rumah kaca

Pemanasan global ditandai dengan salju dan es abadi di kutub utara dan selatan yang mencair, kenaikan muka air laut, dan pergeseran musim. Berikut ini adalah dampak buruk yang diakibatkan:

  1. Perubahan Iklim – Wilayah yang biasanya hangat akan berubah menjadi lembap karena banyaknya air yang menguap. Uap air merupakan salah satu gas yang menyebabkan efek insulasi pada atmosfer. Konsentrasi uap air yang berlebihan akan membentuk awan tebal kemudian akan memantulkan cahaya matahari ke luar angkasa. Wilayah yang memiliki kelembapan tinggi akan mengakibatkan curah hujan meningkat dan berpotensi terjadi badai, dan penguapan.

  2. Naiknya Permukaan Laut – Naiknya permukaan air laut akibat gunung yang mencair akan menyebabkan daerah pesisir tenggelam dan menimbulkan kerugian baik secara ekonomi serta lingkungan.

  3. Suhu Global Meningkat – Suhu rata-rata bumi yang terus meningkat merupakan dampak dari adanya efek rumah kaca. Panas dari sinar matahari terperangkap oleh gas rumah kaca dan menyebabkan suhu semakin panas.

  4. Gangguan Ekologis - Hewan dan tumbuhan akan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim yang terjadi. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya dengan tumbuh pada daerah hangat. Hewan akan bermigrasi ke tempat-tempat yang sesuai dengan habitat hidupnya.

  5. Sosial Politik – Kestabilan penduduk suatu negara juga akan terganggu. Adanya efek rumah kaca akan menyebabkan gagal panen, sehingga memicu bencana kelaparan dan malnutrisi.


*Sumber: Rimbakita.com

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2